Bupati & Wali Kota Diminta Tegas ke Usaha Wisata Nakal

Koster mengajak stakeholder terkait serta pelaku pariwisata untuk bersatu demi terwujudnya pariwisata Bali yang berkualitas.
Feri Kristianto | 18 November 2018 18:38 WIB
Wisatawan berenang di kawasan Pantai Sanur, Bali. - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR – Bupati dan Wali Kota se-Bali diminta menertibkan dan mengambil tindakan tegas terhadap usaha wisata dan perdagangan yang menjalankan praktik usaha tidak sehat serta melanggar peraturan perundang-undangan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan jika permasalahan yang terjadi selama ini adalah adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh beberapa toko oleh-oleh yang menyasar wisman China di Bali.

"Terhadap jenis-jenis usaha yang telah terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan agar dilakukan tindakan penutupan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya senada dengan rekomendasi Ketua DPRD Bali terkait upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas, Minggu (18/11/2018).

Lebih lanjut, Koster mengajak stakeholder terkait serta pelaku pariwisata untuk bersatu demi terwujudnya pariwisata Bali yang berkualitas.

Menurutnya, asosiasi pariwisata yang ada saat ini harus ikut andil agar permasalahan serupa tidak terulang lagi.

"Semua harus ikut andil, asosiasi yang ada sangat berperan demi terwujudnya pariwisata yang berkualitas. Saat ini, ibaratnya kita hanya mendapatkan sampahnya saja. Jadi kalau ada yang bermain, tindak tegas saja," tegasnya.

Ditambahkan Koster, tidak hanya pada toko yang menyasar wisman China bermasalah harus diambil tindakan tegas. Seluruh toko jaringan yang melanggar hukum, khususnya yang berdampak buruk terhadap kepariwisataan Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia juga harus ditindak.

Ketua GIPI Bali I.B Agung Partha Adnyana serta ketua asosiasi pariwisata lainnya yang hadir menyambut baik ketegasan Gubernur Koster tersebut.

Menurutnya, ini merupakan langkah baik guna mewujudkan pariwisata Bali yang lebih baik lagi.

Dia menjelaskan terkait penutupan beberapa perusahaan dan toko saat ini dipastikan akan berdampak pada sebagian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) China ke Bali. Mengingat wisman tiongkok saat ini masih mendominasi.

Untuk itu GIPI Bali, ASITA, HPI, PHRI, IHGMA, BPPD Bali telah mengantisipasi dengan menjalin komunikasi yang baik dan cukup inten dengan pemerintah China melalui Konjen yang ada di Bali.

"Bahkan direncanakan pada tanggal 1-7 Des 2018 wakil Gubernur akan memimpin langsung delegasi pariwisata Bali ke beberapa kota di China, selain mengadakan sales mission juga untuk menjelaskan tentang penertiban toko China di Bali," tegasnya.

Tag : bali, pariwisata bali
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top