Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perempuan di Lebih Gianyar Dilatih Olah Ikan Siasati Tangkapan Melimpah

Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar melatih para istri nelayan terampil mengolah ikan.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 09 Oktober 2018  |  12:52 WIB
Pelatihan mengolah ikan bagi ibu-ibu nelayan di Sekretariat Poklasar Putra Samudra I, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Ginayar, Bali. - Ist
Pelatihan mengolah ikan bagi ibu-ibu nelayan di Sekretariat Poklasar Putra Samudra I, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Ginayar, Bali. - Ist

Bisnis.com, GIANYAR – Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar melatih para istri nelayan terampil mengolah ikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Gianyar Dewi Hariani mengatakan saat panen melimpah harga ikan di pasar sangat murah sehingga membuat nelayan merugi.

“Agar nelayan tidak merugi saat hasil tangkapan melimpah, hasil tangkapan perlu diolah menjadi makanan yang lebih diminati di pasaran,” katanya, Selasa (9/10/2018).

Menurut Hariani saat ini produk-produk olahan kekinian dari luar daerah mendominasi pasar di Gianyar.

Ia ingin para istri nelayan belajar mengolah ikan dengan berbagai variasi sehingga mampu bersaing dengan produk daerah lain.

“Selain untuk meningkatkan pendapat keluarga, kita bisa yakin produk olahan tersebut sehat, bebas dari bahan yang berbahaya,” katanya.

Hariani meminta puluhan ibu nelayan yang telah mengikuti pelatihan bisa mempraktikkan sebagai tambahan usaha.

Ia berjanji akan melakukan evaluasi kegiatan ini dan mencarikan solusi jika ada kendala seperti peralatan yang kurang memadai atau masalah permodalan.

Data DKPKP Gianyar menunjukkan produksi perikanan tangkap wilayah ini cukup melimpah mencapai 521,1 ton per tahun pada 2017 dengan target konsumsi ikan 29,8 kg per kapita per tahun.

Seperti diketahui, kawasan Pantai Lebih, Gianyar dan sekitarnya terkenal dengan menu olahan bakso, sate, dan ikan bakar yang menjadi ikon wisata kuliner. Sekitar 30 warung lesehan di lokasi ini masing-masing membutuhkan ikan 3.900 kg per tahun.

Pelatihan selama 5 hari itu dilakukan di Sekretariat Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklasar) Putra Samudra I, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih.

Selain materi tentang kebijakan peningkatan produksi pengolahan hasil perikanan, peserta dilatih praktik membuat makanan seperti kaki naga, rolade, mini crispy, fish stick, siomay dan bakso.

Para peserta diajarkan pula cara menyimpan dan mengemas produk hasil olahan sehingga tetap higienis dan menarik minat pembeli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan gianyar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top