Bisnis Spa di Bali Berkembang Pesat, Tapi Kurang Terapis

Bisnis Spa di Bali begitu berkembang pesat namun tidak dibarengi dengan terapis yang memadai lantaran masyarakat yang dominan memilih bekerja di luar negeri.
Ni Putu Eka Wiratmini | 28 Mei 2018 09:48 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR – Bisnis Spa di Bali begitu berkembang pesat namun tidak dibarengi dengan terapis yang memadai lantaran masyarakat yang dominan memilih bekerja di luar negeri.

Pembina Asosiasi Spa di Bali (BSWA) Lulu Susiana Widjaja mengatakan setiap tahunnya, selalu ada saja layanan spa baru yang dibuka di Bali dengan tren pertumbuhan sekitar 45%. Namun, kebanyakan dari pengusaha spa tersebut mempekerjakan lulusan terapis baru. Sementara, terapis yang cukup berpengalaman lebih memilih menjadi terapis di luar negeri karena gaji yang lebih tinggi.

Menurutnya, masalah ini yang cukup memberatkan pengusaha spa di Bali. Para pengusaha ini harus berkompetisi ketat karena menjamurnya tempat spa baru dan berebut ahli terapis. Sering kali, masalah harga juga menjad persoalan.

“Makanya usaha spa di Bali banyak yang buka tutup, tapi ini bagusnya untuk konsumen karena memacu pengusaha untuk selalu memberikan layanan yang terbaik,” katanya kepada Bisnis, Minggu (27/5/2018).

Kata dia, umumnya, spa-spa yang cukup terkenal di Bali berada di kawasan Nusa Dua, Badung dan Ubud, Gianyar. Di daerah tersebut, spa-spa banyak ditemui tidak hanya di layanan hotel, tetapi juga pinggir jalan.

“Kalau bisnis spa di Bali memang masih sangat bagus tetapi persaingan juga tambah banyak,” katanya.

 

 

Tag : bali, spa
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top