Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peritel di Bali Berharap Petani Tingkatkan Produksi Beras Organik

Toko ritel di Bali mengharapkan petani makin meningkatkan produksi beras organik lantaran penjualannya lebih menguntungkan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 10 April 2018  |  13:14 WIB
Peritel di Bali Berharap Petani Tingkatkan Produksi Beras Organik
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Toko ritel di Bali mengharapkan petani makin meningkatkan produksi beras organik lantaran penjualannya lebih menguntungkan.

Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali I Made Abdi Negara mengatakan selama ini berjualan beras premium maupun medium memiliki keuntungan yang sangat kecil. Adapun margin keuntunggannya tidak lebih dari 1%.

Menurutnya, jika beras organik lebih banyak pasokan maka keuntungan yang didapat peritel akan semakin besar.

Hal itu lantaran peminat beras organik yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas dan harga yang jauh lebih tinggi dibanding beras biasanya.

“Saat ini petani beras organik biasanya langsung menjual ke end user tidak melalui ritel, nah jadi produksinya tidak banyak,” katanya, Selasa (10/4/2018).

Dia mengakui beras organik bagi masyarakat merupakan katagori kebutuhan subsisten bukan pokok.

Namun, beras jenis ini tetap menguntungkan untuk dijual karena selama ini belum ada aturan yang mengatur secara pasti harga jual beras organik. Sehingga, pasar betul-betul menentukan besaran harga beras jenis ini.

“Beras itu sederhanya menyumbang margin kecil bagi kami, tetapi untuk beras organik marginnya lebih besar bisa lebih dari 1% dan sasarannya kalangan menengah ke atas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali beras organik
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top