Pesta Wirausaha Bali Digelar 24-25 Februari, Bidik Transaksi Rp1 Miliar

Komunitas Tangan di Atas menarget jumlah transaksi selama Pesta Wirausaha Bali 2018 yang digelar dua hari yakni dari 24-25 Februari 2018 adalah sebanyak Rp1 miliar.
Ni Putu Eka Wiratmini | 20 Februari 2018 10:57 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Komunitas Tangan di Atas menarget jumlah transaksi selama Pesta Wirausaha Bali 2018 yang digelar dua hari yakni dari 24-25 Februari 2018 adalah sebanyak Rp1 miliar.

Ketua Komunitas Wirausaha Tangan di Atas (TDA) Hendra W Saputro optimistis target transaksi ini dapat dicapai lantaran prediksi pengunjung yang lebih besar dari tahun lalu yakni hingga 7.500 orang.

Lokasi acara yang berada di Monumen Bajra Sandhi atau tepat di pusat kota Denpasar dinilai menjadi tempat strategis untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Belum lagi, acara digelar pada Sabtu hingga Minggu atau tepat pada waktu berkumpulnya masyarakat untuk beraktivitas di sekitar lokasi acara.

"Kalau sore di sana adalah kawasan olahraga dan untuk masyarakat berekreasi dan hari Minggu di sana ada car free day yang pasti ada ribuan pengunjung," katanya, Senin (19/2/2018).

Kata dia, pada 2017 jumlah pengusaha yang ikut serta pada kegiatan Pesta Wirausaha Bali yakni sebanyak 150 pengusaha. Sementara, pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi 300 pengusaha.

Adapun dari pengusaha yang ikut serta sebanyak 80% merupakan UKM dan 20% pengusaha besar. Jenis usaha yang ikut serta sebagian besar merupakan usaha kuliner sementara sisanya ada produk fesyen, hortikultura, startup digital, hingga financial.

Dia mengharapkan, pengusaha yang ikut serta bisa mendapat dua manfaat tidak hanya dari sisi nominal transaksi tetapi juga peningkatan branding masing-masing produk mereka.

"Kurang lebih ada dua output yang kita harapkan yakni nominal transaksi hingga aspek intangible seperti branding mereka meningkat," katanya.

Pesta Wirausaha Bali akan digelar pada 24-25 Februari 2018 dengan tema "Branding and Selling".

Sebelumnya, Pesta Wirausaha Bali yang pertama hingga ketiga hanya mengusung konsep seminar workshop dan expo bisnis. Khusus untuk tahun keempat ini, TDA Bali juga mengangkat isu dampak letusan Gunung Agung terhadap perekonomian masyarakat Pulau Dewata.

Isu Gunung Agung dan dampaknya sengaja diangkat sebab diyakini masalah ini belum selesai. Pengusaha yang hadir diharapkan ikut membahas mengenai cara pemulihan perekonomian Bali.

Selain itu, dengan peserta yang tidak hanya berasal dari Bali maupun Indonesia, tetapi juga dari luar negeri yakni dari Kenya dan Malaysia diharapkan bisa menperlihatkan bahwa Bali aman untuk dikunjungi, tidak hanya sebagai tempat wisata tetapi juga tempat berbisnis.

"Kami ingin pesta wirausaha ini jadi pemulihan ekonomi dan psikologi masyarakat, mampu promo untuk Bali bahwa aman untuk dikunjungi sebagai destinasi bisnis, wisata, dan tempat hidup yang kondusif," katanya.

Tag : mirae
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top