Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Perupa Bali Raih Medali Emas & Perak Asian Art Biennial

Tiga perupa dari Bali meraih Medali emas dan perak dalam ajang Asian Art Biennial Ke-2 yang akan digelar 11-14 Februari 2018 mendatang di Hong Kong.
- Bisnis.com 04 Februari 2018  |  09:05 WIB
3 Perupa Bali Raih Medali Emas & Perak Asian Art Biennial
Karya perupa Made Wiradana bertajuk Temple Restoration(125 x 150 cm).
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR—Tiga perupa dari Bali meraih Medali emas dan perak dalam ajang Asian Art Biennial Ke-2 yang akan digelar 11-14 Februari 2018 mendatang di Hong Kong.

Karya perupa Made Wiradana bertajuk ‘Temple Restoration’(125 x 150 cm) dan karya Nyoman Loka Suara berjudul ‘Numbers on Blackboard’ (140 x 120 cm) diganjar medali emas, sedangkan karya D. Tjandra Kirana bertitel ‘Harmony in Cultural Tradition’ (97 x 130 cm) diganjar medali perak.

Ketiga seniman sepakat untuk berangkat menghadiri pameran tersebut meskipun harus membiayai sendiri untuk ongkos transportasi dan akomodasi selama di Hong Kong. “Ini merupakan kesempatan yang baik untuk berinteraksi dengan seniman dari berbagai negara dan melihat dari dekat perkembangan seni rupa Asia terkini,” kata Tjandra Kirana, Jumat (2/2/2018).

Made Wiradana yang telah beberapa kali mengikuti pameran internasional seperti Beijing International Art Biennale mengatakan karya yang dikirim sesuai dengan tema yakni ‘One Belt, One Road’. Dia mengirimkan karya yang menggambarkan semangat gotong royong warga untuk merestorasi candi warisan leluhur.

Ajang pameran seni rupa akbar dua tahunan ini diselenggarakan oleh sejumlah lembaga bergengsi di antaranya Asosiasi Seniman Star Asia, Pusat Riset Seni Universitas Guangzhou, Asosiasi Pelukis Cat Minyak Asia Pasifik, Akademi Lukisan Cat Air Lioshan, Sekolah Tinggi Teknologi Pendidikan Sanlian Zhongshan, dan Akademi Seni Rupa Tradisional China.

Sejak diumum pada September 2017 lalu panitia menerima 2.023 karya dari seniman di antaranya China, Jepang, Korea, Rusia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Makau, dan Indonesia. Panitia penyelenggara mengajak kurator dari berbagai negara untuk menilai karya-karya tersebut.

Panitia kemudian menetapkan 8 pemenang medali emas, 16 medali perak, dan 32 medali perunggu. Karya para pemenang terebut beserta karya terpilih lainnya yang berjumlah sekitar 200 karya akan dipamerkan pertengahan Februari mendatang di Hong Kong Central Library.

Asian Art Biennial yang pertama digelar pada 2015 ini bertujuan untuk membangun platform bagi seniman China dan Asia untuk kerja sama dan pertukaran gagasan. Brosur panitia pameran menyebut Asian Art Biennial merupakan periode sejarah baru untuk mengeksplorasi hubungan antara pekerja seni dari berbagai bangsa untuk menampilkan pencapaian artistik terkini. Selain itu juga mempromosikan kemakmuran dan perkembangan penciptaan seni kontemporer.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top