Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hotel di Bali Didorong Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Wakil Ketua PHRI Bali Bidang Pendidik I Made Sujana mengakui belum semua anggotanya belum menerapkan aturan kawasan tanpa rokok atau KTR dan juga fasilitas bagi perokok.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  19:27 WIB
Hotel di Bali Didorong Terapkan Kawasan Tanpa Rokok
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR--Wakil Ketua PHRI Bali Bidang Pendidik I Made Sujana mengakui belum semua anggotanya belum menerapkan aturan kawasan tanpa rokok atau KTR dan juga fasilitas bagi perokok.

Sujana menyarankan pengelola hotel mulai memperhatikan ini untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berlibur di Bali. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, tempat kerja dan tempat umum harus menyediakan tempat merokok

"Sejauh ini belum ada datanya tetapi kami terus mendorong pengusaha untuk menaati perda," jelasnya, di Kuta, Rabu (31/1/2018).

Sementara itu, Ketua Bali Tobacco Control Initiative I Made Kerta Duana mengharapkan pihak swasta mengikuti aturan yang telah tertuang dalam perda. Apalagi, hotel merupakan salah satu layanan publik yang sudah jelas diatur dalam beleid KTR.

Adapun bagi hotel yang belum menyediakan fasilitas bagi perokok seperti dilakukan pengelola bandara, dia mengatakan keharusan menyediakan layanan tersebut disesuaikan dengan kondisi usaha. Menurutnya, sudah banyak hotel memberikan ruang bagi perokok seperti di taman atau ruang terbuka hingga parkiran.

Dia menegaskan penyediaan layanan bagi perokok tidak harus di ruang tertutup seperti bandara. Duana mengatakan penyediaan itu tergantung kemampuan dari masing-masing usaha.

"Batasan kami yang penting jangan di dekat pintu masuk," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top