Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepolisian dan Bank Indonesia Segel Money Changer Ilegal

Kepolisian bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali menyegel sejumlah money changer ilegal yang masih berani beroperasi di kawasan Kuta.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  22:33 WIB
Kepolisian dan Bank Indonesia Segel Money Changer Ilegal
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR—Kepolisian bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali menyegel sejumlah money changer ilegal yang masih berani beroperasi di kawasan Kuta.

Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana mengatakan sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut upaya menertibkan usaha penukaran valuta asing. Seluruh money changer ilegal itu langsung disegel dan disita perlengkapannya serta tidak diizinkan beroperasi sampai mengurus perizinan resmi.

“Kegiatan ini memang akan terus kami lakukan kerja sama dengan pihak Kepolisian dan Pemda untuk menjaga citra pariwisata Bali,” jelasnya, Kamis (25/1/2018).

Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya menambahkan aksi penertiban itu dilakukan karena banyaknya komplain dari wisatawan terhadap keberadaan money changer nakal. Dia menjelaskan tindakan penukaran valuta asing tersebut merusak citra pariwisata Kuta dan Bali secara umum sehingga harus ditertibkan.

Wirajaya mengungkapkan penertiban ini merupakan salah satu program prioritas selain penanganan masalah jambret yang masih marak terjadi di Kuta. Menurutnya, penertiban ini bagian dari upaya mengembalikan citra pariwisata Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top