Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maipark Indonesia Tinjau Ulang Tarif Asuransi Gempa

PT Reasuransi Maipark Indonesia mengadakan sosialisasi peta sumber gempa dan bahaya gempa Indonesia 2017 yang merupakan pemutakhiran peta gempa tahun 2010.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 18 Januari 2018  |  08:40 WIB
Maipark Indonesia Tinjau Ulang Tarif Asuransi Gempa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Reasuransi Maipark Indonesia mengadakan sosialisasi peta sumber gempa dan bahaya gempa Indonesia 2017 yang merupakan pemutakhiran peta gempa tahun 2010.

Direktur Maipark Yasril Y. Rasyid mengatakan sosialisasi itu dilakukan agar pelaku industri asuransi bisa mendapatkan gambaran dan penilaian risiko yang lebih baik sesuai dengan rilis kompilasi data sumber baru tersebut.

Dia menuturkan, dengan diluncurkannya penyusunan pembaharuan peta gempa 2017, diharapkan pelaku industri semakin mampu memahami risiko, memperkuat tata kelola, berinvestasi dalam ketahanan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.

“Pemutakhiran peta sumber dan bahaya gempa baru ini sejatinya untuk melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan di rilis setiap lima tahun sekali,” kata Yasril, Rabu (18/1/2018).

Berdasarkan data yang dirilis Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) melalui peta sumber dan bahaya gempa 2017, dalam kurun 7 tahun, jumlah jalur sesar aktif yang berhasil dipetakan dan teridentifikasi mencapai 295 sumber gempa yang terdiri dari 242 sumber gempa yang berhasil diketahui hingga tahun 2017, dan 53 sumber gempa berdasarkan peta gempa nasional tahun 2010.

Menindaklanjuti rilis kompilasi sumber data baru tersebut, Maipark melakukan tinjauan ulang terhadap tarif asuransi gempa. Hal itu dilakukan untuk melihat kemungkinan perubahan yang dapat terjadi berdasarkan peta sumber dan bahaya gempa Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top