Bisnis.com, DENPASAR—Setiap hari puluhan kapal cepat dari Pantai Sanur, Kota Denpasar menyeberangkan ribuan wisatawan asal China ke Pulau Nusa lembongan, Kabupaten Klungkung.
I Made Jayi, seorang staf Koperasi Bhuana Segara Sanur mengatakan beberapa bulan belakangan ini wisatawan berbahasa Mandari mendominasi jumlah pelancong yang diserangkan ke Nusa Lembongan.
“Mereka tak terpengaruh isu Gunung Agung akan meletus. Beginilah pemandangan setiap pagi, selalu ramai, bisa seribu lebih yang menyeberang,” katanya ketika ditemui di loket koperasi, Minggu (1/10/2017) pagi
Kendati begitu, kata Jayi, ada sedikit penurunan wisatawan asal Jepang dan Eropa yang melakukan perjalanan ke Nusa Lembongan. Dia menambahkan lain halnya dengan wisatawan Australia yang tak terpengaruh dengan isu apapun tetap berjunjung ke Bali.
Mereka yang membatalkan ke Bali itu ternyata mendapat informasi salah tentang kondisi Gunung Agung yang disebut telah meletus. “Kami berkewajiban memberikan informasi sebenarnya bahwa wisatawan aman di Bali, asalkan tak mendekat di kawasan rawan bencana,” ujarnya.
Koperasi Bhuana Segara memiliki dua kapal cepat yang masing-masing memiliki kapasitas 70 penumpang. Setiap hari armada milik koperasi yang dinamakan Sri Rejeki Express ini menjalani beberapa kali trip Sanur-Nusa Lembongan.
Anak Agung Ngurah Suteja, petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa Wilayah Kerja Sanur mengatakan memang terjadi penurunan wisatawan ke Nusa Lembongan, tetapi belum signifikan.
“Untuk lebih jelasnya, bisa tanya langsung ke masing-masing staf dari 30-an speed boat yang beroperasi di sini,” katanya.