Gong Laut, Hadirkan Kolaborasi 16 Seniman dari 10 Negara di Bali

Oleh: Ema Sukarelawanto 23 Oktober 2018 | 18:56 WIB

Bisnis.com, DENPASAR--Yayasan Manik Bumi bersama Indonesisch-Deutschen Kulturausatausch (IDKA) menggelar Gong Laut, sebuah forum seni yang melibatkan 16 seniman dari berbagai negara untuk menampilkan karya seni kolaborasi bertema lingkungan.

Gong Laut yang akan digelar pada 28 Oktober hingga 4 November 2018 di Singaraja, Bali ini di antaranya menampilkan seniman Afrizal Malna (Indonesia), Ayu Laksmi (Indonesia), Carolyn Forché (Amerika Serikat), Cok Sawitri (Indonesia), Di Lu Galay (Myanmar), Flukeminimix (Indonesia), dan Guy Helminger (Luxembourg).

Selain itu ada seniman asal belanda Hagar Peeters, Indra Wussow (Afrika Selatan/Jerman), Made Bayak (Indonesia), Michael Augustin (Jerman), Samar Gantang (Indonesia), Sujata Bhatt (Jermany/India), Tania Haberland (Maurisius), dan pembicara khusus: Helga Trupel (Belgia/Jerman), seorang politisi, anggota parlemen Eropa mewakili Partai Hijau.

Representatif Divisi Hubungan Internasional Gong Laut Silke Behl mengatakan acara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah forum seni yang mendiskusikan masalah-masalah lingkungan global untuk memotivasi masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih baik. 

“Kami ingin menghubungkan seniman-seniman Indonesia untuk menciptakan sebuah kerja sama yang berarti di masa depan. Kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi budaya di negara-negara di Eropa mulai dari Jerman, Afrika Selatan hingga Amerika,” katanya, dikutip dari rilis, Selasa (23/10/2018).

Menurut Silke forum ini juga diisi dengan diskusi dan workshop --yang melibatkan Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa)-- untuk menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, menciptakan sebuah karya seni kolaborasi yang membawa pesan lingkungan. 

Kegiatan bertema “Bagai Menggarami Lautan” yang memiliki arti konotatif yakni melakukan sesuatu yang tidak berguna, forum ini justru terinspirasi dari arti literal kata “garam” yang menjadi filosofi acara ini. 

Garam adalah modicum yang berarti sebuah hal kecil yang sangat penting dalam hidup. Sehingga “Bagai Menggarami Lautan” dimaksudkan untuk menjadi sebuah akan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi lautan kita meski hal tersebut adalah hal kecil. 

Akhir pekan lalu digelar sebuah acara Pre-Opening Gong Laut: “Literary Luncheon” yang didukung Blanco par Mandif, restoran berkonsep fine dining, dengan menghadirkan Guy Helminger, penyair asal Luksemburg dan Samar Gantang, penyair asal Bali.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya