Job Fair 2018 Bali: Ada 5.009 Lowongan Kerja

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 26 September 2018 | 14:49 WIB
Job Fair 2018 Bali: Ada 5.009 Lowongan Kerja
Sejumlah masyarakat mengikuti job fair 2018 yang diadakan Pemerintah Bali di Gor Lila Bhuana, Rabu (26/9/2018)./Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Bali menyelenggarakan Job Fair 2018 yang diikuti 50 perusahan dengan 5.009 lowongan kerja untuk lulusan SMA, SMK, dan Sarjana hingga kaum difabel.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali Ni Luh Made Wiratmi mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menekan jumlah pengangguran di Bali yang saat ini ada sebanyak 22.345 orang. Dari jumlah tersebut, hampir 40% diantaranya adalah masyarakat terdidik yakni lulusan SMA, SMK, hingga sarjana.

Kata dia, tingkat pengangguran di Bali sebenarnya sudah cukup rendah dibandingkan rata-rata nasional yakni sekitar 0,86%. Tingkat pengangguran ini pun lebih rendah dari target 2018 yang seharusnya sebanyak 1%.

 "Lowongan kerja ini mulai dari penempatan dalam negeri hingga internasional seperti pengiriman tenaga kerja luar negeri kurang lebih 1.000 job order, seperti manager maupun cooker," katanya, Rabu (25/9/2018) di Gor Lila Buana, Denpasar. 

Menurutnya, tingkat pengangguran setiap rilis survei BPS pada Februari dan Agustus dalam satu tahun selalu mengalami perubahan tren. Umumnya, rilis survei BPS pada Februari cenderung menghasilkan tingkat pengangguran lebih tinggi dibanding kondisi Agustus. Hal itu karena banyak siswa sekolah yang menamatkan pendidikan setiap rilis survei Februari. 

Pihaknya pun berusaha untuk menjaga tren tersebut agar tidak ada lonjakan kenaiakan yang tinggi. Saat ini kondisi Agustus 2018, tingkat pengangguran di Bali sebesar 0,86%. Sementara, dengan upaya mengadakan job fair, sosialisasi tenaga kerja, dan pelatihan kerja diharapkan pada Februari 2019 nanti tingkat pengangguran tidak melebihi 1,3%.

"Februari 2018 kemarin tingkat penganggurannya 1,28%, dan Agustus 2018 menjadi 0,86%, kenaikannya ini memang membuat kita was-was, segala upaya sudah kita lakukan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, pemagangan, dan penempatan, sebenarnya kalau target kita 1%," katanya.

Menurutnya, tingkat pengangguran sebesar 1% sudah paling rendah sebab dari setiap angkatan kerja kemungkinan ada yang sudah punya usaha namun tidak mencantumkan profesi. Selain itu, tidak dipungkiri juga ada angkatan kerja yang terpaksa menganggur karena sakit dan ketidakmampuan fisik. 

"Harapan kami mentok di 1%, takutnya naik signifikan ketika Februari 2019," katanya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya