Jelang Ramadan, Ritel Modern di Bali Jual Bahan Pokok Sesuai HET

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 03 Mei 2018 | 14:29 WIB
Jelang Ramadan, Ritel Modern di Bali Jual Bahan Pokok Sesuai HET
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih memastikan ritel modern di Bali telah menjual barang kebutuhan pokok sesuai HET dengan jumlah ketersediaan barang yang mencukupi menjelang bulan Ramadan.

Di Bali, kebijakan HET yang berlaku yaitu gula Rp12.500/kg, daging beku Rp80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, minyak goreng curah Rp10.500/liter, beras medium Rp9.450/kg, dan beras premium Rp12.800/kg.

Sebelum meninjau ritel modern, dia juga melakukan pemantauan harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional yakni Pasar Kereneng dan Pasar Badung.

Dari peninjauan, dipastikan juga harga dan pasokan bahan pokok sudah aman. Adapun di Pasar Kreneng dan Badung, harga beras Medium sebesar Rp9.450/kg, minyak goreng curah Rp11.025/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.750/liter, cabai merah keriting Rp41.250/kg, bawang putih Rp22.500/kg, bawang merah Rp36.250/kg, dan telur ayam ras Rp21.800/kg.

Sementara, selain melakukan pemantauan di pasar tradisional dan ritel modern, dia juga mengunjungi gudang Bulog Divisi Regional Bali dan gudang distributor setempat. Hasil pantauan tersebut menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Bali terjamin dan aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2018.

Walaupun telah aman dan terkendali, dia tetap meminta pemerintah daerah Bali menjaga stabilitas harga dan persediaan bahan pokok.

“Pemerintah Pusat tetap melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran 2018 dengan khidmat, tenang, bahagia dan tetap tersenyum,” katanya, Kamis (3/5/2018).

Kata dia, pemantauan bapok yang dilakukan Kemendag berkaitan dengan langkah strategis dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ini. Adapun 4 langkah itu yakni, pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok Permendag 20/2017, harga acuan Permendag 27/2017 dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Permendag 57/2017.

"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," sebutnya.

Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan BULOG.

Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan. Kemendag akan melakukan penetrasi pasar menjelang puasa pada 1-15 April 2018 atau (H-45)-(H-30) puasa serta menjelang Lebaran pada 14 Mei-18 Juni 2018 atau pada (H-31)-(H-7) Lebaran.

"Penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern untuk penguatan regulasi mengawal kelancaran pasokan bapok ke pasar pantauan," sebutnya. 

 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya