Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyaluran Subsidi Bunga KUR di Bali Capai Rp586,34 Miliar

Sejak 2020 hingga 2022 atau selama tiga tahun terakhir negara telah menyalurkan Rp1,9 triliun bunga KUR di Bali.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  17:26 WIB
Penyaluran Subsidi Bunga KUR di Bali Capai Rp586,34 Miliar
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Penyaluran subsidi bunga kepada nasabah yang memiliki pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) di Bali sepanjang 2022 mencapai Rp586,34 miliar. Nilai tersebut sudah turun jika dibandingkan dengan subsidi bunga KUR di 2022 yang mencapai Rp751,9 miliar.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, menjelaskan subsidi bunga KUR disalurkan kepada pemerintah untuk meringankan kredit pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sejak 2020 hingga 2022 atau selama tiga tahun terakhir negara telah menyalurkan Rp1,9 triliun bunga KUR di Bali. Ini meringankan kredit para pelaku UMKM, pada 2020 subsidi yang tersalurkan Rp584,12 miliar, kemudian di 2021 naik menjadi Rp751,9 miliar dan di 2022 turun ke Rp586,34 miliar. Penurunan ini terjadi seiring dengan membaiknya iklim usaha di Bali,” jelas Nugroho kepada media, Rabu (25/1/2023).

Selama 2022, penyaluran subsidi KUR terbesar direalisasikan di Kota Denpasar dengan nilai Rp97,5 miliar, kemudian Kabupaten Tabanan Rp78,01 miliar, Gianyar Rp77,59 miliar, Badung Rp75,86 miliar, Buleleng Rp75,81 miliar, Jembrana 55,02 miliar, Karangasem Rp54,58 miliar, Bangli Rp38,49 miliar, dan Klungkung Rp33,4 miliar.

Sementara itu penyaluran KUR di Pulau Dewata sepanjang 2022 mencapai Rp9,1 triliun. Pembiayaan terbesar disalurkan ke sektor mikro dengan nilai Rp5,3 triliun, kemudian ke sektor usaha kecil Rp3,6 triliun, pelaku usaha ultra mikro atau UMi Rp27,9 miliar, pelaku usaha super ultra mikro atau supermi Rp70,07 miliar dan kredit TKI hanya Rp juta.

Nugroho menjelaskan penyaluran KUR paling besar ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan persentase 43 persen, kemudian ke pembiayaan pertanian dan kehutanan 21,4 persen, industri pengolahan 13,6 persen, jasa kemasyarakatan 9,2 persen, sektor akomodasi makanan dan minuman (akmamin) 8,9 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur kredit usaha rakyat bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top