Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Badung Pertahankan 9.800 Lahan Pertanian Produktif

Wilayah pertanian yang masih produktif di Badung yakni Mengwi, Abiansemal dan Petang. Sedangkan di Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan sudah menjadi daerah wisata
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 21 Desember 2022  |  10:43 WIB
Badung Pertahankan 9.800 Lahan Pertanian Produktif
Subak di Bali. - kemdikbud
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA – Kabupaten Badung berusaha mempertahankan lahan pertanian produktif di tengah derasnya alih fungsi lahan yang terjadi karena pembangunan perumahan hingga akomodasi pariwisata.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menjelaskan komitmennya untuk mempertahankan lahan pertanian produktif tersebut dengan tujuan untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Badung. Dari 9.800 hektare lahan pertanian produktif yang masih tersisa, mayoritas merupakan lahan basah yang digunakan untuk menanam padi.

“Lahan pertanian Badung seluas 9.800 hektare kami komitmen akan pertahankan, karena dengan lahan seluas itu produksi beras Badung sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di Badung, bahkan lebih,” jelas Giri Prasta di acara Penandatanganan Kesepakatan antara Pemkab Badung dengan PIP, Selasa (20/12/2022).

Mempertahankan lahan pertanian di Bali khususnya di Kabupaten Badung yang menjadi pusat pariwisata bukan perkara mudah. Masifnya pembangunan properti seperti hotel, villa, dan perumahan membuat Pemkab harus berani melakukan terobosan untuk mempertahankan daerah pertanian.

Saat ini wilayah pertanian di Kabupaten Badung yang masih produktif yakni Mengwi, Abiansemal dan Petang. Sedangkan di Wilayah Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan sudah menjadi daerah pariwisata dengan pembangunan properti yang masif.

Dinas Pertanian dan Pangan Badung mencatat dalam musim panen di semester I/2022 Badung menghasilkan 44.544,3 ton gabah kering yang setara dengan 25.332 ton beras. Jika dihitung dengan kebutuhan beras Badung di semester I/2022, Badung masih surplus 1.040 ton beras.

Untuk mempertahankan produktivitas petani, Pemkab Badung akan membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pangan. BUMD tersebut akan menyerap hasil pertanian di Badung dan Kabupaten lain.

Selain itu, Giri juga merencanakan pembangunan pasar induk untuk sebagai pusat komoditas strategis di Bali. “Badung sudah menyusun rencana pembangunan pasar induk, nanti komoditas-komoditas strategis yang dihasilkan di Bali akan dibawa ke pasar induk tersebut dan menjadi pusat distribusi pangan di Bali,” jelas Giri.

Pemkab Badung juga sudah mengembangkan Badung Agro Techno Park (ATP) dengan memfokuskan kegiatan pada bidang pembibitan, budi daya, produksi dan pemasaran produk-produk pertanian.

Pengembangan ATP dilakukan dengan cara menyewa lahan milik petani hingga tahun 2029. Pemilik lahan yang bekerja di lahan yang disewa tersebut juga diberikan gaji atau insentif untuk menjaga produktivitas mereka. Saat ini luas lahan yang dikembangkan untuk agro techno park tersebut 148,7 hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras pertanian sawah badung
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top