Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KUR Sektor Perdagangan NTB Tersalurkan Rp1,95 Triliun

Total penyaluran KUR di NTB hingga Agustus 2022 mencapai Rp4,25 triliun yang menyasar berbagai sektor selain perdagangan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 26 September 2022  |  10:39 WIB
KUR Sektor Perdagangan NTB Tersalurkan Rp1,95 Triliun
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). - Antara/R. Rekotomo
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nusa Tenggara Barat pada sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp1,95 triliun atau paling besar jika dibandingkan penyaluran KUR ke sektor lainnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mencatat, jumlah debitur KUR di sektor perdagangan mencapai 56.249 orang debitur, dari 117.308 debitur KUR secara keseluruhan. Mendominasinya penyaluran KUR di sektor perdagangan seiring dengan mulai meningkatnya bergeliatnya ekonomi masyarakat NTB di tengah pemulihan ekonomi nasional.

Sedangkan total penyaluran KUR di NTB hingga Agustus 2022 mencapai Rp4,25 triliun yang menyasar berbagai sektor selain perdagangan seperti pertanian hingga KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penyaluran KUR pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan paling besar setelah perdagangan dengan nilai Rp1,68 triliun, kemudian diikuti oleh industri pengolahan Rp224 miliar, jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan Rp158,5 miliar.

Penyaluran ke akomodasi makanan dan minuman (akmamin) juga mulai tumbuh dengan nilai Rp105,3 miliar, sektor perikanan Rp53,4 miliar, transportasi dan komunikasi Rp36,4 miliar, penyewaan dan jasa perusahaan Rp15,7 miliar,kesehatan dan jasa sosial Rp9,32 miliar, pertambangan Rp1,48 miliar, sektor pendidikan Rp1,36 miliar, dan konstruksi Rp1,02 miliar.

Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy, menjelaskan penyaluran KUR harus terus tumbuh untuk mendorong perekonomian NTB. "KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," jelas Rico dari siaran pers, Minggu (25/9/2022).

Menurut Rico, perbankan dan pemerintah daerah harus berkolaborasi agar penyaluran KUR di NTB bisa tersalurkan secara maksimal. Bunga KUR 6 persen per tahun dinilai tidak memberatkan masyarakat yang sedang membangun usaha dari bawah. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tanggal 18 Januari 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, juga memberi jaminan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin mendapatkan KUR.

Beberapa lembaga keuangan yang menyalurkan KUR di wilayah Provinsi NTB yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), BPD Bali, Bank Sinarmas, Pegadaian, Bank Central Asia, dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur kredit ntb
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top