Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penanaman Modal Asing di NTB Naik Signifikan pada Kuartal I/2022

Realisasi investasi dari PMA tertinggi pada sektor Sumber Daya Mineral (SDM) senilai Rp1,4 triliun. Selanjutnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Rp536 miliar.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  18:29 WIB
Penanaman Modal Asing di NTB Naik Signifikan pada Kuartal I/2022
Foto udara perahu nelayan tertambat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Rabu (11/5/2022). Pelabuhan perikanan Teluk Awang yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut saat ini belum difungsikan secara maksimal karena masih minimnya kapal nelayan yang bersandar. - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, MATARAM – Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat naik signifikan pada kuartal I/2022 menjadi Rp2,002 triliun dibandingkan kuartal I/2021 yang nilainya hanya Rp659 miliar.

Nilai PMA di NTB pada kuartal I/2022 seimbang dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang realisasinya Rp2,18 triliun. nilai PMDN tersebut turun dibandingkan dengan kuartal I/2021 yang realisasi PMDN-nya Rp2,68 triliun. Secara keseluruhan, realisasi investasi NTB pada kuartal I/2022 Rp4,18 triliun atau 22,6 persen dari target yang ditetapkan oleh BKPM di NTB.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Rum, menjelaskan realisasi investasi dari PMA tertinggi pada sektor Sumber Daya Mineral (SDM) senilai Rp1,4 triliun. Selanjutnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Rp536 miliar, dan sektor telekomunikasi dan transaksi elektronik Rp45 miliar.

“PMA pada kuartal I/2022 sudah mulai seimbang dengan PMDN, investasi luar negeri mulai masuk pada 2022 seiring dengan dibukanya penerbangan internasional dan mulai melandainya kasus Covid-19. Sektor tambang memang masih dominan, itu sumbernya dari PT AMNT di Sumbawa Barat, termasuk proyek smelter dan eksplorasi tambang oleh PT Sumbawa Timur Mining,” jelas Rum di kantornya, Kamis (2/6/2022).

Investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada kuartal I/2022 juga dominan dengan adanya proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, termasuk pembangunan fasilitas pariwisata di Lombok Barat dan Lombok Utara. Penanaman modal asing di NTB paling besar berasal dari perusahaan konsorsium atau gabungan negara 34,8 persen dari keseluruhan PMA, kemudian Swedia, Cook Island, Malaysia, Amerika Serikat.

“investasi dari Swedia berpotensi bertambah pada 2022 dengan masuknya investor ke Kawasan Sekaroh, Lombok Timur untuk pengembangan ekowisata,” kata Rum.

Sementara itu, realisasi PMDN pada kuartal I/2022 masih didominasi di sektor pertambangan senilai Rp1,05 triliun, kemudian pariwisata dan ekonomi kreatif Rp604 miliar, dan perindustrian 148 miliar.

“Investasi di sektor industri juga mulai tumbuh sesuai dengan target kami untuk menghidupkan industrialisasi di NTB,” kata Rum.

Jika dilihat realisasi investasi per kabupaten/kota, realisasi investasi pada kuartal I/2022 tertinggi di Kabupaten Sumbawa Barat senilai Rp2,28 triliun, selanjutnya kabupaten Lombok Tengah Rp656 miliar, Lombok Utara Rp323 miliar, Dompu Rp303 miliar, Lombok Barat 240 miliar, kota Mataram Rp196,5 miliar, Sumbawa Rp70,13 miliar, Lombok Timur Rp69,39 miliar, Bima Rp30,4 miliar dan Kota Bima Rp11,9 miliar. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top