Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Ekspor Mutiara NTB Capai Rp25 Miliar pada 2022

Kualitas mutiara NTB yang dinilai bagus, menjadi faktor utama pasar luar negeri berminat terhadap mutiara NTB.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  14:08 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MATARAM – Nilai ekspor mutiara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga April 2022 mencapai Rp25 miliar atau US$1,7 juta.

Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat ekspor Mutiara NTB terus tumbuh, dan menjadi komoditas ekspor andalan NTB ke tujuh negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Hongkong, Australia, Cina, dan India. Hingga April 2022, jumlah mutiara yang diekspor mencapai 670 kg, dan berpotensi terus bertambah hingga akhir 2022.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan NTB, Baiq Emy Darmiayana, menjelaskan Australia menjadi negara tujuan ekspor mutiara terbesar pada 2022. “Nilai perdagangan mutiara dengan Australia mencapai US$1,4 juta, paling besar di antara tujuh negara tujuan ekspor mutiara,” jelas Emy, Jumat (27/5/2022).

Kualitas mutiara NTB yang dinilai bagus, menjadi faktor utama pasar luar negeri berminat terhadap mutiara NTB. “Kalau mutiara di luar negeri kan menjadi koleksi, dan perhiasan. Dan kepercayaan pasar luar negeri terhadap mutiara NTB atau Lombok sudah bagus sejak dulu, sehingga ekspornya bisa berkelanjutan,” kata Emy.

Sentra produksi mutiara di NTB berada di Mataram, dan sudah menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB. Selain mutiara, hasil laut yang diekspor NTB yakni rumput laut. Ekspor rumput laut hingga April 2022 sejumlah US$45.637 atau Rp664,5 juta dengan tujuan ekspor ke Cina.

NTB juga mengekspor hasil kerajinan tangan seperti kerajinan buah kering, kerajinan alang-alang, kerajinan batu alam, kerajinan bambu dan kerajinan kayu. Nilai ekspor barang kerajinan NTB pada 2022 US$179.444. “Kalau barang kerajinan mayoritas tujuannya ke Uni Emirat Arab, kemudian Amerika Serikat dan Korea Selatan,” kata dia. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mutiara ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top