Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog NTB Bidik Segmen Penyuka Beras Untuk Nasi Kebuli

Beras Basmati yang disediakan bulog merupakan beras khusus untuk nasi kabuli, nasi briyani yang merupakan khas masakan arab. Bulog mendatangkan langsung beras tersebut dari Pakistan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  13:28 WIB
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. -  Antara / Arief Luqman Hakim
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. - Antara / Arief Luqman Hakim

Bisnis.com, MATARAM - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat menyasar mayoritas muslim NTB yang mulai gandrung dengan masakan arab dengan menyediakan beras Basmati.

Beras Basmati yang disediakan bulog merupakan beras khusus untuk nasi kabuli, nasi briyani yang merupakan khas masakan arab. Bulog mendatangkan langsung beras tersebut dari Pakistan.

Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis S.Ali menjelaskan masyarakat NTB yang mayoritas muslim mulai menyukai masakan khas arab, sehingga menjadi peluang bisnis Bulog NTB dengan menyediakan beras arab dengan harga kompetitip.

"Kita tahu orang NTB mayoritas muslim, kesenangannya mengkonsumsi makanan arab seperti kabuli dan briyani. Kami sediakan beras Basmati sejumlah 10 ton sejak 2 bulan lalu yang kami datangkan dari Pakistan," jelas Abdul Muis pada Selasa (14/12/2021).

Bulog menjual beras Basmati dengan harga Rp32.000, Muis menjelaskan harga tersebut sangat kompetitif dibanding harga jual di swalayan. "Kalau harganya di luar Rp42.000, kami jual lebih murah agar terjangkau oleh masyarakat. Setelah kami coba jual, setiap hari ada yang mencari beras tersebut, jadi respon pasar cukup bagus," kata dia.

Beras Basmati memiliki kadar glukosa yang rendah dan baik bagi masyarakat yang menderita diabetes atau penyakit tertentu. "Sudah ada uji laboratoriumnya jika beras ini rendah glukosa atau gula, bahkan lebih rendah dari beras merah," ungkap Muis.

Selain itu, beras Basmati berpotensi dikembangkan di NTB agar kedepannya tidak perlu impor dari Timur Tengah seperti Pakistan, Muis menjelaskan jika dikembangkan sangat berpotensi menyasar pasar kuliner arab di Indonesia. "Kita hanya butuh bibitnya, bisa di tanam di NTB," kata Muis.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras ntb
Editor : Feri Kristianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top