Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Banjir Sabu Raijua, Ratusan Hektare Sawah Terendam Air

Ratusan hektare sawah yang terendam air banjir itu akibat luapan air dari embung Lobopedana yang jebol akibat hujan deras dan angin kencang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 April 2021  |  16:14 WIB
Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4). - Antara/ Kominfo Kabupaten Lembata
Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4). - Antara/ Kominfo Kabupaten Lembata

Bisnis.com, KUPANG - Ratusan hektare sawah yang telah ditanami padi di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur terendam air banjir akibat hujan lebat dan angin kencang, Sabtu (3/4) hingga Minggu (4/4).

"Dampak cuaca buruk yang melanda daerah ini menyebabkan ratusan hektare sawah yang telah ditanami padi semuanya terendam air banjir," kata Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, ratusan hektare sawah yang terendam air banjir itu akibat luapan air dari embung Lobopedana yang jebol akibat hujan deras dan angin kencang.

"Sawah yang terendam banjir terdapat di Kecamatan Sabu Barat dan Sabu Timur," katanya.

Dia mengatakan, cuaca buruk terjadi saat ini melanda semua wilayah di Pulau Sabu juga mengakibatkan banyak rumah penduduk yang rusak akibat terjangan angin kencang dan hujan deras yang terjadi sejak Jumat pekan lalu.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Sabu Raijua masih melakukan pendataan yang akurat tentang dampak bencana alam angin kencang.

"Kami belum bisa pastikan berapa banyak penduduk yang terdampak bencana alam ini karena proses pendataan kerusakan masih dilakukan tim BPBD," kata Doris.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir ntt

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top