Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Tepung Porang, Setiap Tahun Bali Diminta Kirim 750 Ton ke China

Selain China, Negeri Sakura Jepang juga meminta porang dari Bali untuk diekspor, yang akan dijadikan sebagai bahan pembuatan mie.  
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  13:03 WIB
Ilustrasi - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor porang ke China, Selasa (19/11/2019). - Kementan
Ilustrasi - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor porang ke China, Selasa (19/11/2019). - Kementan

Bisnis.com, DENPASAR - Porang kini menjadi salah satu komoditas ekspor yang mendatangkan harapan.

Salah satu produsen porang asal Bali PT Siligitha menyebutkan setiap tahunnya mereka menerima permintaan ekspor tepung porang ke China sebanyak 750 ton. Adapun, harga terpung porang per kilogram dinilai sebesar US$10.  

Sekretaris PT Siligitha Bali Kadek Dewi mengatakan sejauh ini perusahaan yang dikelolanya belum mampu memenuhi permintaan ekspor.

Terbatasnya pasokan porang dari petani di Pulau Dewata menjadi kendala pemenuhan permintaan ekspor tersebut.

Tepung Porang asal Bali yang diekspor ke China/Istimewa

Pada 2020 pihaknya hanya mampu mengekspor 185 ton tepung porang atau naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).  

"Saat ini kami masih berusaha memenuhi tingginya permintaan ekspor melalui kerja sama dengan para petani di Bali," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, (11/3/2021).

Menurutnya, ekspor porang ke China sudah dilakukan mulai dari 2017 lalu. Porang ini nantinya akan digunakan untuk bahan dasar makanan dan kosmetik.

Selain China, Negeri Sakura Jepang juga meminta porang dari Bali untuk diekspor, yang akan dijadikan sebagai bahan pembuatan mie.  

"Permintaan terus meningkat, walaupun sekarang kami belum bisa memenuhinya," tambah Dewi.  

Sementara itu, umbi porang yang diperoleh dari petani dihargai Rp8.000 - Rp13.000 per Kg. Hal itu tergantung kadar air dalam porang. Saat musim hujan, dengan kadar air yang tinggi umbi porang dibeli seharga Rp8.000/Kg. 

Selanjutnya, umbi porang diolah menjadi porang basah dengan kapasitas produksi 20 ton setiap harinya. Untuk menjadi chips, 8 Kg porang basah akan mengalami penyusutan hingga mencapai 1 Kg chips porang.  

"Selain karena penyusutan kadar air yang tinggi, pengolahan porang juga lumayan rumit," tambahnya.  

Saat ini, sambungnya, wilayah yang tengah dijajaki untuk menjadi fokus pengembangan porang oleh PT Siligitha, yakni di Kabupaten Buleleng,  Tabanan, dan Bangli.

Semua bibit akan diberikan dalam bentuk kerja sama dengan petani setempat. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang bali china Porang
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top