Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target Investasi Rp13 Triliun, NTB Menawarkan Sejumlah Kemudahan

Ada sembilan kawasan starategis yang ditawarkan kepada investor seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kawasan pengembangan wisata religi, geopark rinjani, global hub, kawasan industri Sumbawa Barat, dsb.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  17:52 WIB
Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kawasan pariwisata ini dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation. - ITDC
Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kawasan pariwisata ini dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation. - ITDC

Bisnis.com, DENPASAR — Investasi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melampaui target pada tahun 2020, membuat NTB memasang target tinggi pada 2021.

Realisasi investasi NTB pada 2020 mencapai Rp11,6 triliun, lebih tinggi dari target nasional sejumlah Rp6 triliun dan target RPJM NTB Rp11,5 triliun. Sedangkan di tahun ini, NTB membuka pintu selebar-sebarnya bagi untuk investor demi mencapai target investasi yang dua kali lipat lebih tinggi dari target nasional sebelumnya.

Data dari Dinas Penanaman Modal dan Perizininan Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB mencatat ada sembilan kawasan starategis yang ditawarkan kepada investor seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kawasan pengembangan wisata religi, geopark rinjani, global hub, kawasan industri Sumbawa Barat, kawasan Saleh Moyo Tambora (Samota), kawasan Sangiang Komodo Sape (Sakosa), kawasan pertambangan Sumbawa Timur dan KEK Tanjung Santong.

Kepala Dinas DPM-PTSP NTB H.Mohammad Rum menjelaskan target investasi di NTB tahun 2021 difokuskan pada di beberapa sektor. "Untuk target 2021 kami fokus di pertambangan, perhubungan, listrik dan energi, pariwisata kami target di ITDC Mandalika disamping tempat lainnya dan industrialisasi pengolahan," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (2/3/2021).

Investasi dibidang listrik dan energi, Lombok Timur dan lulau Sumbawa menjadi wilayah potensi karena didukung oleh letak geografis dan sinar matahari yang berpotensi pengembangan tenaga Surya. "Untuk listrik potensi di Lombok Timur, sedangkan di Sumbawa ada investor dari China tertarik investasi tenaga surya, karena potensi mataharinya sangat bagus. Investor dari China belum datang karena pandemi Covid-19," jelasnya lagi.

Selain itu, kawasan Samota berpotensi dalam pengembangan pariwisata pulau - pulau kecil yang menawarkan pemandangan indah menjadi unggulan di pulau Sumbawa.

"Selain pariwisata di Samota, pengembangan juga perikanan tangkap, pabrik pengolahan ikan di santong, perkebunan dan peternakan dan hamparan yang luas di Dompu itu kan luas, nah itu akan dipakai perkebunan dan peternakan," kata Rum.

NTB juga mengebut pembangunan infrastruktur untuk mendukung investasi. Ada 15 infrastruktur prioritas yang sedang disiapkan seperti pembangunan Jalan ByPass Bandara-Kuta dan Jalan Lingkar Selatan Pulau Lombok, jembatan Lombok Sumbawa, Pengembangan Jalan Samota, Pengembangan Lingkar Selatan Sumbawa, pembangunan PLTU di beberapa lokasi serta Bendungan di 5 lokasi.

Investor yang tertarik berinvestasi di NTB dijamin oleh pemerintah diberikan kemudahan dalam perizinan dan beberapa pelayanan seperi insentif pajak. (K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top