Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Penduduk Miskin NTB Meningkat 32.110 Jiwa

Pengeluaran masyarakat miskin NTB terhadap kebutuhan makanan jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran terhadap kebutuhan nonmakanan.
Foto udara sejumlah perahu nelayan diparkir saat tidak melaut di kampung nelayan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro Jaya, Ampenan, Mataram, NTB, Sabtu (6/2/2021)./Antara-Ahmad Subaidi.
Foto udara sejumlah perahu nelayan diparkir saat tidak melaut di kampung nelayan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro Jaya, Ampenan, Mataram, NTB, Sabtu (6/2/2021)./Antara-Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, DENPASAR – Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan sejumlah 32.110 jiwa dari bulan Maret hingga September 2020 atau meningkat 0,26 persen.

Peningkatan tersebut menjadikan penduduk miskin di NTB pada September 2020 berjumlah 746.040 jiwa, meningkat dibandingkan Maret yang berjumlah 713.890 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statisk (BPS) NTB Suntono menjelaskan pada Senin (15/2/2021) melalui koferensi pers daring menjelaskan secara presentase jumlah penduduk miskin NTB mencapai 14,23 persen dari jumlah penduduk NTB sebesar 5.125.622 jiwa. Angka ini menempatkan NTB pada posisi 27 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Suntono menjelaskan jika pengeluaran masyarakat miskin NTB terhadap kebutuhan makanan jauh lebih besar dibandingkan pengeluaran terhadap kebutuhan non makanan.

“Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

Jika dilihat dari perbandingan penduduk miskin kota dan desa, komoditas makanan sama-sama memiliki peranan yang lebih besar terhadap garis kemiskinan dibandingkan komoditas nonmakanan.

“Antara di Kota dan Desa tidak ada perbedaan signifikan, Komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di kota sebesar 74,78 persen sedangkan komoditas non makanan hanya 25,22 persen. Sedangkan di Desa sebesar 74,72 persen untuk komoditas makanan, dan komoditas non makanan sebesar hanya 25,28 persen,” jelasnya kembali.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin kota tercatat lebih besar dari pada penduduk miskin di Kota. “Jumlah penduduk miskin kota sebesar 15,05 persen atau 389.600 jiwa, penduduk miskin Desa lebih rendah dari pada Kota dengan jumlah 356.440 atau 13,42 persen,” jelasnya.

Indeks keparahan penduduk miskin di NTB juga mengalami peningkatan dari 0,611. Pada bulan September tahun 2020 indeks keparahan penduduk miskin berada di angka 0,730. “ini menunjukkan tingkat kesenjangan antar penduduk miskin di NTB semakin melebar,” jelas Suntono.

Jika dilihat dari unsur perkotaan dan pedesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan di kota meningkat dari 0,537 pada Maret 2020 menjadi 0,714 pada September 2020. Sedangkan di Desa, Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,681 pada Maret 2020 menjadi 0,745 pada September 2020.(K48)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper