Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Bali Bakal Investasi Rp1,05 Miliar Bangun 67 SPKLU Tahun 2021

Saat ini PLN baru memiliki dua lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) yang berada di dekat kantor PLN Bali dan tol Bali. Dari dua lokasi tersebut terdiri atas tiga SPKLU dengan normal charging dan satu SPKLU fast charging yang berada dekat kantor PLN.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  18:45 WIB
Ilustrasi - Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\r\n
Ilustrasi - Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\\r\\n

Bisnis.com, DENPASAR - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali akan melakukan investasi senilai Rp1,05 miliar pada tahun ini untuk membangun 67 stasiun pengisian kendaraan listrik umum.

Adapun, saat ini PLN baru memiliki dua lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) yang berada di dekat kantor PLN Bali dan tol Bali. Dari dua lokasi tersebut terdiri atas tiga SPKLU dengan normal charging dan satu SPKLU fast charging yang berada dekat kantor PLN.

Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Oscar Praditya mengatakan rencana penambahan 67 unit SPKLU tersebut bertujuan untuk mendukung upaya efisiensi operasi sejumlah jasa transportasi di Bali. Setidaknya, dengan kendaraan listrik, jasa transportasi mampu menghemat biaya operasi dari semula menggunakan bahan bakar minyak Rp800.000 menjadi berbahan bakar listrik dengan biaya Rp350.000.

Sebanyak 67 SPKLU tersebut rencananya akan dibangun di kawasan perhotelan ITDC maupun jalan umum, yang terdiri dari 65 SPKLU normal charging dan 2 SPKLU fast charging. Nilai investasi satu SPKLU normal charging mencapai Rp10 juta per unit sedangkan SPKLU fast charging yang rencananya akan dibangun memiliki nilai investasi Rp200 juta sehingga total investasinya dapat mencapai Rp1,05 miliar.

"Selain di kawasan wisata, masing-masing hotek juga ingin menambah SPKLU," katanya, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, dua lokasi SPKLU saat ini belum dipakai secara komersial oleh masyarakat. Sembari menunggu kondisi normal, PLN masih melakukan persiapan skenario transaksi yang memungkinkan masyarkaat umum menggunakan ponsel dalam mengakses SPKLU hingga melakukan pembayaran.

Hingga saat ini, SPKLU yang ada di Bali masih digunakan oleh pegawai PLN. Transaksi penggunaan SPKLU dilakuakn dengan menggunakan kartu elektronik yang ketika dipindai akan berkurang saldo kwh yang terdata pada kartu.

"Transaksional belum kita atur, dua minggu lagi akan launching terkait kendaraan listrik, semua nanti akan melalui aplikasi sendiri," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Kendaraan Listrik
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top