Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menikmati Kuliner di Pasar Senggol Seririt yang Buka Hingga Dini Hari

Harga makanan termasuk murah dan enak. Bukan hanya penjual makanan yang ada, penjual mainan dan pakaian juga tersedia disini.
Ni Putu Sri Widyastini Susila
Ni Putu Sri Widyastini Susila - Bisnis.com 12 November 2020  |  09:03 WIB
Pasar Senggol Seririt tetap buka hingga dini hari.
Pasar Senggol Seririt tetap buka hingga dini hari.

Bisnis.com, SINGARAJA – Jika Anda kebingungan mencari kuliner saat berwisata ke Bali bagian utara, jangan khawatir karena Pasar Senggol Seririt tetap buka hingga dini hari.

Pasar ini terletak di jantung Kota Seririt dan bisa diakses kurang lebih 35 menit dari pusat Kota Singaraja. Sedangkan dari pusat kota Denpasar bisa ditempuh kurang lebih 3 jam.

Makanan yang disajikan beragam mulai dari kuliner Jawa, kuliner Bali, jajanan Bali, kue dan lain sebagainya. Harga makanan termasuk murah dan enak. Bukan hanya penjual makanan yang ada, penjual mainan dan pakaian juga tersedia disini.

Salah satu pedagang kuliner di pasar ini, Titik Asnawati memperkirakan jika jumlah pedagang di pasar ini berjumlah kurang lebih 60 lapak.

Dia mengatakan jika warung-warung di pasar ini buka hingga dini hari, ada yang masih terjaga hingga pukul dua bahkan tiga pagi. Sedangkan, Titik membuka warungnya dari pukul sembilan pagi hingga sebelas malam.

Titik menuturkan sudah berjualan selama sembilan tahun dan merupakan generasi kedua yang melanjutkan usaha kuliner keluarganya.

Diakui Titik, banyak masyarakat dan wisatawan berhenti sejenak untuk mencari kuliner makanan. Mereka yang akan menuju ke Gilimanuk dari Singaraja atau dari kota Denpasar sering singgah di Pasar Senggol Seririt.

"Banyak wisatawan yang datang kesini, ada yang dari Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta. Mungkin karena harga disini standar murah meriah," katanya kepada Tim Jelajah Wisata KemBali, Rabu (11/11/2020).

Selain itu, terdapat juga wisatawan mancanegara yang berkunjung untuk menikmati menu kuliner di pasar ini, seperti wisatawan Australia dan Perancis.

Dalam program Jelajah Wisata KemBali yang diinisiasi oleh Bisnis Indonesia ini, Titik menjelaskan jika omsetnya semakin naik setelah penerapan tatanan kehidupan baru.

“Pasca Covid-19, saya hanya mendapat untung kira-kira Rp900.000 perhari, dulunya bisa sampai Rp2.000.000, syukurnya sekarang mulai ramai lagi,” ujarnya

Dia berharap semua masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik untuk menghindari infeksi Covid-19 agar perekonomian dapat kembali membaik.

Program ini didukung oleh, Kemenparekraf, BPD Bali, Astra Isuzu, Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, Pertamina Region Jatimbalinus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top