Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beras Desa Gubug Jadi Pilot Project Swasembada Beras di Bali

Menuju swasembada pangan, Perusahaan Daerah Bali menunjuk Beras Gubug dari BUMDes Desa Gubug, Kabupaten Tabanan sebagai pilot project untuk optimalisasi Rice Milling Unit atau RMU di Pulau Dewata.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 03 September 2020  |  16:40 WIB
Pertemuan dalam menunjuk Beras Gubug Tabanan sebagai pilot project Optimalisasi RMU dihadiri OJK Regional 8, Komisaris Utama Bank BPD Bali, Direktur Bagian Kredit Bank BPD Bali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Bali. - Bisnis/Luh Putu Sugiari
Pertemuan dalam menunjuk Beras Gubug Tabanan sebagai pilot project Optimalisasi RMU dihadiri OJK Regional 8, Komisaris Utama Bank BPD Bali, Direktur Bagian Kredit Bank BPD Bali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Bali. - Bisnis/Luh Putu Sugiari

Bisnis.com, DENPASAR - Menuju swasembada pangan, Perusahaan Daerah Bali menunjuk Beras Gubug dari BUMDes Desa Gubug, Kabupaten Tabanan sebagai pilot project untuk optimalisasi Rice Milling Unit atau RMU di Pulau Dewata.

Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali Ida Bagus Kesawa Narayana menjelaskan pilot project ini dilakukan dengan tujuan untuk melaksanakan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 yakni memasarkan produk dari petani lokal Bali. Dengan menyasar dalam waktu 5 tahun ini kebutuhan beras dapat terpenuhi, karena permasalahan yang terjadi yakni sebanyak 65 persen gabah kering panen dipasarkan ke Jawa dan kembali dipasarkan di Bali.

"Di Bali sendiri ada 54 RMU yang tidak optimal bekerja karena tidak memiliki modal untuk pembelian gabah kering panen," jelasnya di Desa Gubung Tabanan, Kamis, (3/9/2020).

Lebih lanjut, di Desa Gubug terdapat tiga subak yakni Subak Batu Sangian, Subak Gubug Satu dan Subak Gubug Dua yang memiliki penggilingan gabah. Program ini menjadi pilot project pertama, sehingga diharapkan Bali dapat swasembada beras.

Menurut dia, jika pilot project ini berhasil, selanjutnya akan dilakukan perluas menjadi kawasan koperasi tani dengan 5 ribu hektare sawah dan akan diorganisir oleh suatu koperasi.

"Peran dari Perusda adalah menjamin pasar dari produk setelah panen. Setelah menjadi beras kita menjamin pemasarannya. Kemudian para petani ini akan diarahkan mendapat kredit dari bank," tuturnya.

Kepala Desa Gubug I Nengah Mawan mengatakan program dari Perusda ini sangat diapresiasi oleh BUMDes setempat dan para petani. Mengingat program dari Perusda Bali sejalan dengan apa yang diprogramkan di Desa Gubug.

"Kami di sini banyak kendala yang dihadapi salah satunya pemasaran gabah dan beras. Selama ini terjadi permainan harga dari tengkulak. Kalau kita lihat harga beras tetap, tetapi harga gabah merosot," ungkapnya.

Pihaknya berharap tindak lanjut ke depan antara BUMDes bersama Perusda Bali bisa bekerjasama dengan harapan meningkatkan kesejahteraan Petani. Sehingga keuntungan juga didapatkan oleh petani. Adapun luas desa Gubug yakni 512 hektare dan luas lahan pertanian 291 hektar. Panen mencapai rata-rata 7 ton per hektar.

"Nantinya Perusda Bali yang akan memasarkan hasil panen petani di Gubug yang berupa beras dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau serta bersaing di pasar," tuturnya

Pertemuan dalam menunjuk Beras Gubug Tabanan sebagai pilot project Optimalisasi RMU dihadiri OJK Regional 8, Komisaris Utama Bank BPD Bali, Direktur Bagian Kredit Bank BPD Bali, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Bali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swasembada pangan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top