Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penularan Covid-19, Jangan Anggap Remeh OTG

Ancaman penularan melalui orang tanpa gejala atau OTG bisa terjadi di mana-mana. Kelompok lansia paling rentan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  14:53 WIB
Ilustrasi-Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga dalam pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat Covid-19 secara lantatur di Institut Teknologi Nasional, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). - Antara
Ilustrasi-Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga dalam pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat Covid-19 secara lantatur di Institut Teknologi Nasional, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Masyarakat diminta tetap mewaspadai kemungkinan penularan wabah Covid-19. 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta masyarakat setempat untuk tidak menganggap remeh penularan melalui orang tanpa gejala atau OTG.

"Ini jangan dianggap remeh, kalau menginfeksi yang muda-muda, imun kuat, antibodi kuat, jika pun positif pasti cepat sembuh," ujar Dewa Indra disela acara Penutupan Bulan Bung Karno, di Denpasar, Selasa (30/6/2020).

Tetapi, lanjut Dewa, kalau infeksi melalui OTG terjadi pada kelompok manula akan menimbulkan sakit.

"Ketika dirawat di rumah sakit, sembuhnya menjadi lama karena imunnya sudah lemah," kata Dewa.

Apalagi, menurut dia, belakangan pertambahan kasus positif Covid-19 didominasi oleh OTG dan sudah mengenai kaum lanjut usia.

"Pedagang-pedagang di pasar [yang positif Covid-19] itu pasti lansia, jadi mulai mengenai itu. Lansia-lansia ini juga yang kini dirawat di RS," ucap pria asal Pemaron, Kabupaten Buleleng itu.

Dengan semakin banyaknya orang lanjut usia di Bali yang terpapar Covid-19, Dewa Indra mengakui tingkat kesembuhan pasien juga melambat.

Berdasarkan data GTPP Covid-19, kasus positif di Provinsi Bali hingga Selasa (30/6) secara kumulatif menjadi 1.493 orang [ada penambahan 49 kasus baru], sedangkan pasien sembuh 798 orang (53,44 persen), dan pasien meninggal 14 orang.

Untuk pasien yang dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 681 orang (45,61 persen).

Dari 1.493 kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali, secara kumulatif jumlah OTG sebanyak 782 orang (52,38 persen).

Dewa Indra menambahkan, bagi pasien positif Covid-19 yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) dirawat di sejumlah tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali, termasuk dua hotel.

"Dari hari kehari jumlah pasien positif memang meningkat terus, tetapi tidak usah khawatir karena perintah Bapak Gubernur untuk melakukan tracing masif. Kalau masih kurang, kami sudah menyiapkan tempat karantina," ujar Dewa Indra.

Mereka yang dirawat di tempat karantina, lanjut Dewa Indra, juga relatif lebih cepat sembuhnya.

Mereka yang dirawat di tempat karantina dengan aktivitas olahraga, berjemur, tambahan madu dan suplemen cepat sehat.

Sementara itu mereka yang positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit lebih lama sembuhnya karena mayoritas sudah lansia.

"Oleh karena itu, pencegahan Covid-19 tetap penting, disiplin mematuhi protokol kesehatan juga penting," kata mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

Di sisi lain, ujar Dewa, lonjakan kasus positif Covid-19 di Provisi Bali sepanjang Juni 2019 terjadi karena dilakukan tracing atau pelacakan secara masif untuk mengetahui berapa sebenarnya warga masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Kalau tidak melakukan tracing secara masif, kita hanya menunggu laporan, ada orang yang demam, yang batuk datang ke fasilitas kesehatan, diperiksa. Kalau seperti itu datanya semu, tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya," ujarnya.

Ditambahkan Dewa Indra, kalau dilihat, para OTG ini terkesan sehat. "Mereka pasti tidak akan datang ke RS karena dia sehat dan tidak ada gejala," ujarnya.

Tracing masif, lanjut Dewa Indra, dilakukan sesuai arahan Gubernur karena Bali bersiap-siap membuka aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

"Jika tidak dibersihkan dulu, bisa menjadi tertunda rencana membuka aktivitas sosial ekonomi masyarakat," ucap Dewa Indra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top