Masker di Bali Langka, Ini Ternyata Penyebabnya

Ada lonjakan minat warga, khususnya di produk handsanitizer.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  19:46 WIB
Masker di Bali Langka, Ini Ternyata Penyebabnya
Warga dan wisatawan menuruni kapal cepat di kawasan Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (17/3/2020). Meskipun Gubernur Bali telah menetapkan Status Siaga Penanggulangan COVID-19 di wilayah Provinsi Bali serta terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata akibat Covid-19 atau virus Corona, tapi aktivitas pariwisata masih dibuka dan tidak ada penutupan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Bali. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Tingginya permintaan akan masker hingga hand sanitizer akibat virus corona berdampak terhadap kelangkaannya di pasar.

Dewa Made Indra Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Bali membenarkan adanya kelangkaan bahan baku hand sanitizer termasuk masker.

"Kami tadi pagi sudah mengumpulkan sejumlah supplier untuk membahas ini. Memang ada kelangkaan secara nasional," katanya di kantor Gubernur Bali pada Rabu (18/03/2020).

Meski ia tak merinci dan memprediksi sampai kapan persoalan ini dapat diatasi, pihaknya mengakui telah melakukan sejumlah langkah.

"Kami akan upayakan semaksimal mungkin agar supply ke Bali bertambah. Agen-agen di Bali juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat asal tak melakukan penimbunan,"tutupnya

Kholik Mawardi selaku bagian produksi di Bali Natural Soap mengakui adanya lonjakan minat warga, khususnya di produk hand sanitizer.

Pelonjakan minat warga tersebut tentu berdampak pada bahan baku untuk produksi. Seperti bahan baku pembuatan hand sanitizer berupa alkohol termasuk juga botol kemasan.

"Tiga hari ini bahan baku untuk handsanitizer, terutama alkohol susah dicari, bahkan dua hari ini toko-toko tidak ada alkohol," tambahnya

Para pemilik toko kata Kholik memberikan alasan karena adanya keterlambatan pengiriman dari Jawa ke Bali. "Kata supplier terlambat pengiriman dari Jawa," tegasnya.

Sejak kasus virus Corona muncul sekitar pertengahan Februari lalu, hingga kini Bali telah merawat 78 pasien yang berstatus pengawasan Covid 19 (Corona).

Data per 18 Maret 2020 ini menyebut dari 78 orang pasien, 59 pasien hasilnya negatif dan satu orang WNA positif Covid 19 dan telah meninggal dunia.

Sementara 18 orang lainnya, yakni terdiri dari 11 WNa dan 7 WNI masih menunggu hasil pemeriksaan lab di Jakarta dan saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, Virus Corona

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top