Indonesia Tower Resmi Operasikan PLTS Atap Berkapasitas 226 kWp

Koster akan mendukung, termasuk rencana solar cell di tol Bali Mandara, serta pemanfaatan di lahan-lahan kosong di kantor pemerintahan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  18:44 WIB
Indonesia Tower Resmi Operasikan PLTS Atap Berkapasitas 226 kWp
Gubernur Bali dalam acara peresmian PLTS di PT Indonesia Power Bali, Power Generation Unit, Denpasar. - Ist

Bisnis.com, DENPASAR - Anak perusahaan PT PLN (Persero), Indonesia Tower manfaatkan sinar matahari dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS Atap berkapasitas 226 Kilowatt-peak (kWp) di Bali.

Pengembangan dan pemasangan atap solar panel ini dilakukan di area perkantoran PT Indonesia Power Bali. Satu instalasi 130 kWp di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Dan Gas (PLTDG) Pesanggaran dan 96 kWp di PLTG Pemaron. Keduanya diperkirakan mampu memangkas emisi hingga 41T CO?.

Peresmian PLTS ini dihadiri oleh Direktur Utama Indonesia Power M Ahsin Sidqi, Gubernur Bali I Wayan Koster, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementrian ESDM FX Sutijastoto dan komisaris PT Indonesia Power.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi keberadaan PLTS atap ini di Bali. Koster mengatakan kebutuhan energi Bali saat ini mencapai 350 MW datang dari paiton, Jawa Timur, pembangkitknya batubara.

Menurutnya kebijakan kami di Bali ingin menggunakan energi baru terbarukan. Untuk itu dicanangkan kebijakan energi baru terbarukan, minimum dengan bahan bakar gas.

“Maka pembangkit listrik yang menggunakan minyak dan batubara akan kami sudahi jika kami sudah siap,” tuturnya di PT Indonesia Power Bali, Power Generation Unit, Denpasar, Senin (24/2/2020).

Dikatakannya, di hilirpun penggunaan kendaraan harus menggunakan energi bersih. Untuk itu telah dicanangkan Peraturan Gubernur (pergub) penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, sehingga penggunaan sepeda motor dengan BBM dapat dikurangi lengkapkan dengan pengembangan industrinya langsung.

“Segera akan kami kumpulkan semua bupati, hotel, supermarket, properti, untuk mengintruksikan penggunaan panel tenaga surya (rooftop) sebagai persyaratan, saya akan gelar rakor untuk sosialisasi program ini dan mulai jalankan,” kata Koster.

Selain itu, Koster juga mengatakan akan terus mendukung kebijakan ini, termasuk rencana solar cell di tol Bali Mandara, serta pemanfaatan di lahan-lahan kosong di kantor pemerintahan.

Rencana ini akan dipercepat dalam waktu setahun hingga dua tahun, menurutnya ini soal perubahan perilaku lama ke perilaku baru. Pihaknya sangat optimis dengan adanya PLTS di Bali, sebagai perbandingan yang dicontohkan yakni berhasilnya konversi kayu bakar ke kompor gas yang sudah berjalan.

“Akan saya tegaskan terutama ke industri wisata, supaya Bali ini keren. Tidak hanya ramah lingkungan tapi juga efisien,” tegasnya.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementrian ESDM FX Sutijastoto mengatakan hal langkah pengoperasian PLTS di Bali sebagai bentuk dukungan terhadap Pergub No.45 tahun 2019 Provinsi Bali di bidang energi baru terbarukan.

Gerakan pemasangan solar cell akan menyasar terlebih dahulu gedung-gedung pemerintahan, rumah ibadah dengan kontribusi dari APBN.

“Sudah ada surat edaran dari Kementrian ESDM untuk itu, jika nantinya proyek ini berhasil, Bali pun bisa jadi produsen solar panel,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, pltsa

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top