Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turunnya Kunjungan Wisatawan China Mulai Berdampak ke Sektor Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, I Putu Astawa menyebutkan bahwa dengan menurunnya angka kunjungan turis asing asal China selama beberapa waktu terakhir, juga mempengaruhi keberadaan Wisata Kesehatan yang ada di Bali.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Februari 2020  |  12:52 WIB
Wisatawan memadati Pantai Kuta jelang Hari Raya Nyepi di Badung, Bali, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Wisatawan memadati Pantai Kuta jelang Hari Raya Nyepi di Badung, Bali, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, I Putu Astawa menyebutkan bahwa dengan menurunnya angka kunjungan turis asing asal China selama beberapa waktu terakhir, juga mempengaruhi keberadaan Wisata Kesehatan yang ada di Bali.

"Terutama wisatawan Tiongkok, biasanya langsung cancelkan dan kehadirannya juga mempengaruhi wisata yang ada di Bali. Penurunan terlihat mencapai 15 ribuan paket kunjungan ke Bali karena adanya isu virus corona ini," jelas I Putu Astawa usai dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (2/2/2020).

Ia mengatakan bahwa apabila turunnya kunjungan turis China ini berlangsung jangka panjang bisa menghambat peningkatan kunjungan wisatawan ke wisata sehat di Bali.

Pihaknya berharap agar kondisi ini bisa segera pulih kembali, dan tidak berlangsung dalam jangka panjang. "Apalagi Pemerintah China juga sudah berupaya mengatasi ini secara masif dan sudah dilakukan semua negara untuk pencegahan," ucapnya.

Adapun pihak-pihak yang dirugikan dengan turunnya wisatawan China yaitu bagi travel guide turis asing yang awalnya sudah mendapatkan daftar turis yang akan berlibur ke Bali namun akhirnya tidak jadi berkunjung.

Sebelumnya, diketahui sebanyak 86 penerbangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan bandara di China dibatalkan sejak 13 Januari 2019 terkait penyebaran virus corona baru tersebut.

"Ya jelas bagi travel turis itu rugi ya karenakan sebelumnya sudah bayar DP untuk rencana boking wisata tapi akhirnya engga jadi datang turisnya itu jelas rugi, selain itu penerbangan juga banyak dicancel dan tempat-tempat wisata yang sering dikunjungi dari China juga sepi," jelasnya.

Meskipun kunjungan dari China menurun, beberapa negara lainnya masih mendominasi kunjungan ke Bali seperti wisatawan Australia dan Eropa. Untuk wisatawan Australia biasanya akan menyasar wisata pantai dan Eropa akan menyasar wisata budaya Bali.

Ia menerangkan beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan terkait dengan keberadaan wisata sehat, diantaranya bekerjasama dengan pihak yang mengatur wisata agar dapat membantu membuat paket wisata untuk diarahkan ke wisata sehat.

Selain itu juga, bisa dengan menyelenggarakan festival olahraga dengan skala Internasional untuk menarik partisipasi wisatawan asing.

"Untuk wisata sehat kita akan bangun di beberapa tempat yang cocok, nah kalau yang kita sebut spiritual tourism mungkin arahnya ke Kabupaten Karangasem, karena di sana juga sudah dibuatkan tempat pengolahan herbal, disana akan dikembangkan dan cocok untuk kegiatan spiritual tourism," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top