Penduduk Miskin Perdesaan Bali Berkurang

Pemprov Bali menyebut akan terus mengintervensi penduduk miskin di Kota sehingga terus mengalami penurunan.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  19:55 WIB
Penduduk Miskin Perdesaan Bali Berkurang
Kepala BPS Adi Nugroho (kanan) bersama Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra (kiri) tengah menjelaskan profil kemiskinan di Bali dalam konferensi pers Persentase Penduduk Miskin, di Kantor BPS Bali, Rabu (15/1/2020) - Busrah Ardans

Bisnis.com, DENPASAR--Penduduk miskin Bali di daerah perdesaan tercatat mengalami penurunan dengan jumlah 65.790 orang pada September 2019 dibanding sebelumnya 65.870 orang.

Pemprov Bali menyebut akan terus mengintervensi penduduk miskin di Kota sehingga terus mengalami penurunan.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, kinerja pemerintahan, dunia usaha, masyarakat memiliki kontrol untuk terus menurunkan angka kemiskinan di Bali. 

Dengan jumlah penduduk miskin 156.910 orang di Bali, dia mengungkapkan, secara teoritis sudah merupakan angka yang sangat kecil. Bahkan teori mengatakan tidak mungkin sampai ke titik nol. 

Tapi tidak boleh lanjut dia, bekerja dengan pemahaman seperti itu, yang harus dilakukan ialah terus memperkecil angka tersebut. 

"Sebelumnya kan 4% dan menempati posisi kedua setelah Jakarta, sekarang pun sama. Seperti di desa l, memang tingkat kemiskinan lebih tinggi, kedalaman dan keparahannya. Artinya masih membutuhkan kerja lanjutan di Desa, selain di Kota. Tetapi yang lebih intensif di Desa," kata dia, usai menghadiri konferensi pers Persentase Penduduk Miskin di Kantor BPS Bali, Rabu (15/1/2020).

Dia menuturkan, di desa sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian yang harus terus diintervensi. Sebelumnya, ada program sosial seperti bedah rumah, si Mantri, itu tetap memiliki kontribusi karena menurunkan dari angka 4 ke yang rendah. 

Hari ini ujarnya, pihaknya tetap melanjutkan program itu dan menambah ruang kerjanya di sektor pertanian.

"Problematika di sektor pertanian tidak hanya soal produksi. Persoalan berikutnya adalah pemasaran. Ini yang diperkuat Gubernur melalui Pergub no 99 mengenai pemanfaatan dan pemasaran produk pertanian. Jadi upayanya dari meningkatkan produktivitas dan memperluas ke pemasaran. Pergub bukan meniadakannya upaya lama, tapi menambahnya," kata Made Indra, lagi.

Dia menjelaskan bahwa, kemiskinan erat kaitannya dengan pendapatan, sehingga kalau produktivitas baik, dibantu pemasaran yang baik juga secara signifikan meningkatkan pendapatan.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho menyebut penduduk miskin di Bali pada September 2019 sekitar 156.910 orang. Jumlah ini mengindikasikan penurunan sekitar 6.900 orang dibandingkan jumlah penduduk miskin Maret 2019 yang tercatat 163.085 orang.

Adi menjelaskan, selama periode Maret-September 2019 persentase penduduk miskin di desa dan kota bersamaan tercatat mengalami penurunan.

 "Penduduk miskin di daerah perkotaan turun dari 3,29% pada Maret menjadi 3,04% pada September 2019 dengan jumlah 91.120 orang.

Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga mengalami penurunan dari 4,88% pada Maret menjadi 4,86% pada September 2019 dengan jumlah 65.790 orang," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, kemiskinan

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top