IKM Bali Didorong Garap Pasar Ekspor

Industri kecil dan menengah (IKM) di Bali dinilai prospektif dengan berbagai produknya yang berpotensi menembus pasar ekspor.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  13:39 WIB
IKM Bali Didorong Garap Pasar Ekspor
Aneka produk kerajinan dari bahan limbah akar kayu jati. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA – Industri kecil dan menengah (IKM) di Bali dinilai prospektif dengan berbagai produknya yang berpotensi menembus pasar ekspor.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan Bali memiliki potensi IKM karena dipenuhi oleh insan kreatif dengan berbagai produknya yang bernilai seni tinggi.

“Minat generasi muda di Bali dalam berwirausaha cukup berkontribusi besar hingga 12,57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau berada di posisi kedua tertinggi di Indonesia setelah Yogyakarta sebesar 16,12%,” katanya, Selasa (27/8/2019).

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, hingga Agustus 2018, jumlah IKM di Bali mencapai 15.134 unit usaha. Jumlah tersebut meningkat dibanding 2017 sebanyak 14.922 unit usaha.

“Melihat data tersebut, artinya terjadi pertumbuhan sebesar 17% dari tahun 2016 yang hanya 12.730 unit. Pada 2017, keberadaan IKM di Bali mampu menyerap tenaga kerja melampaui 104.000 orang,” katanya.

Gati berpendapat masih perlu pembenahan lainnya, termasuk sistem manajemen mutu, sistem manajemen keamanan pangan, GMP, dan good packaging yang memenuhi standar

Adapun, dalam mendorong IKM Kemenperin semakin gencar memacu daya saing, termasuk dalam upaya peningkatan inovasi dan kreasi desain produk.

Guna mewujudkannya, Kemenperin akan menggelar Indonesia Good Design Selection (IGDS) Award 2019, yaitu ajang penghargaan tertinggi dalam bidang desain industri dan desain produk di Tanah Air.

“Penyelenggaraan IGDS bertujuan mengapresiasi para perusahan, pelaku industri maupun desainer yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional, serta turut meningkatkan nilai kompetitif produk dari inovasi desain produk yang dilakukannya,” kata Gati.

Dalam mengenalkan gelaran IGDS Award 2019 tersebut, Kemenperin sedang aktif melakukan kegiatan sosialisasi di beberapa daerah. Hingga saat ini, sudah empat kota yang dikunjungi, yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Nantinya juga akan digelar di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikm

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top