Tanggul Tukad Mati Rampung, Legian dan Kuta Bakal Bebas Banjir

Anggaran pembangunan untuk Tukad Mati Tengah senilai Rp132 miliar, sedangkan Tukad Mati Hilir mencapai Rp180 miliar.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  13:50 WIB
Tanggul Tukad Mati Rampung, Legian dan Kuta Bakal Bebas Banjir
Pengunjung melihat progres pembangunan tanggul Tukad Mati Hilir di Kuta, Bali, Jumat (14/6/2019). - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, KUTA -- Kawasan langganan banjir di Legian, Bali yakni Jalan Dewi Sri dan Jalan Kunti mulai tahun depan diperkirakan tidak akan kebanjiran lagi.

Itu terjadi karena tanggul di sepanjang Tukad Mati ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Dengan selesainya pengerjaan konstruksi di aliran Tukad Mati , luberan air di Jalan Dewi Sri dan Kunti saat musim hujan akan dapat dialirkan ke sungai yang bermuara ke Teluk Benoa tersebut.

Kasatker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BWS Bali Penida Made Denny Satya Wibawa menjelaskan saat ini, progres pengerjaan tanggul Tukad Mati sudah melebihi target. Ada dua pengerjaan konstruksi, yakni tanggul Tukad Mati Tengah dan pemasangan pompa berkapasitas 2x1.500 liter per detik. 

Pengerjaannya diklaim sudah mencapai 77 persen. Tahun ini, dua pompa tersebut sudah terpasang sehingga ketika aliran air di jalan Kunti meningkat akan dialirkan ke Tukad Mati.

Pengerjaan lainnya adalah tanggul pengendalian banjir di Tukad Mati hilir sepanjang 500 meter. Saat ini, progres pengerjaan di lokasi tersebut sudah 92 persen.

"Harapannya, dengan langkah ini tidak terjadi lagi atau minimal mengurangi banjir," jelasnya saat ditemui di Tukad Mati, Jumat (14/6/2019).

Anggaran pembangunan untuk Tukad Mati Tengah senilai Rp132 miliar, sedangkan Tukad Mati Hilir mencapai Rp180 miliar. Menurut Denny, dengan pembangunam tanggul tersebut, setidaknya lahan seluas 94 hektare (ha) yang dilintasi aliran Tukad Mati bisa mendapat perlindungan dari dampak banjir.

Tanggul ini juga diproyeksikan mengatasi siklus banjir 25 tahunan yang disebabkan aliran Tukad Mati. Diperkirakan pada 2022, siklus 25 tahunan itu akan terjadi.

Dengan penyelesaian tanggul di Tukad Mati, kawasan wisata Legian diharapkan dapat menjadi lebih nyaman. Selain itu, fungsi Tukad Mati akan menjadi lebih indah karena menjadi salah satu objek wisata.

"Pemerintah Daerah (Pemda) ikut menata menanam pohon untuk memperindah kawan Tukad Mati sehingga akan lebih baik lagi," sambungnya.

Rencananya, tanggul Tukad Mati Hilir akan disambungkan dengan Waduk Muara Nusa Dua guna menambah fungsinya sebagai pemasok air bersih. Saat ini, Waduk Muara memiliki kapasitas 300 liter per detik dan menjadi salah satu lokasi pasokan air bersih bagi kawasan Bali Selatan.

Namun, BWS Bali Penida akan melihat perkembangan ke depannya untuk menghubungkan tanggul itu dengan waduk. Tanggul Tukad Mati Hilir diproyeksikan mampu menampung hingga 122 meter kubik air per detik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, banjir

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top