Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tangkal Berita Hoaks Bencana, BPBD Bali Optimalkan TRC

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali akan mengoptimalkan peran pemberitaan Tim Respon Cepat atau TRC dan sinergi dengan media untuk meminimalkan berita hoaks mengenai kebencanaan.  
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  14:01 WIB
Gunung Agung di Bali meletus, terlihat dari Desa Bugbug di Karangasem pada Selasa (3/7/2018). - Reuters
Gunung Agung di Bali meletus, terlihat dari Desa Bugbug di Karangasem pada Selasa (3/7/2018). - Reuters

Bisnis.com, DENPASAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali akan mengoptimalkan peran pemberitaan Tim Respon Cepat atau TRC dan sinergi dengan media untuk meminimalkan berita hoaks mengenai kebencanaan.  

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bali Dewa Putu Mantera mengatakan selama ini banyak kejadian kebencanaan yang membuat kegaduhan di masyarakat. Bahkan, telah melahirkan berita-berita hoaks mengenai kondisi Bali. Hal ini telah menimbulkan kerugian pada Bali sebagai daerah pariwisata. 

Dewa mencontohkan menjelang gelaran IMF-WB 2019 tahun lalu, setidaknya ada sekitar empat sampai lima delegasi yang mendatangi BPBD untuk memastikan kondisi Bali. Saat itu, banyak tersiar berita-berita hoaks mengenai Bali yang dihadapkan dengan aktivitas Gunung Agung.  

“Perlu ada persamaan persepsi agar Bali tidak terdampak pemberitaan bohong, kita upayakan kekeliruan dalam pemberitaan dengan cepat kita klarifikasi,” katanya, Kamis (24/1/2019).  

Seperti misalnya saat Bali ikut terdampak akibat kejadian Gempa Lombok Agustus 2018 lalu. Saat itu setidaknya tujuh kabupaten Bali terdampak dengan kerugikan total mencapai Rp155 miliar.  

Pemberitaan atas kejadian tersebut dinilai penting untuk mendapatkan atensi dari berbagai pihak termasuk pemerintah provinsi. Adapun, ada tiga katagori akibat kerusakaan itu yakni rusak berat, sedang, dan ringan. Kerusakan ringan akan ditanggung oleh kabupaten, sedang oleh pemerintah provinsi, dan berat ditanggung pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).   

Saat ini BPBD Bali akan mengoptimalkan kehadiran tim reaksi cepat (TRC) dalam menginformasikan pemberitaan mengenai kebencanaan. Dari sana, media dapat mengambil informasi mengenai kondisi Bali terkait pemberitaan. BPBD mengharapkan dengan hal tersebut masyarakat maupun wisatawan dapat memastikan kondisi terkini mengenai Bali.  

Nantinya, TRC tersebut akan beranggotakan tim BPBD Bali dan isntansi terkait, termasuk media di dalamnya.  

“Kita akan bentuk segera TRC, walaupun mereka [wisatawan] sudah diperingati tidak pergi ke Bali oleh negaranya, mereka bisa menentukan sendiri berdasarkan pemberitaan,” katanya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali hoax
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top