EcoBali Kumpulkan 300 Ton Sampah Karton setiap Tahun

EcoBali Recycling mengklaim telah mampu mengumpulkan 2.200 ton sampah kemasan karton di Pulau Dewata sejak 10 tahun terakhir atau rata-rata sebanyak 300 ton sampah kemasan per tahun.
Ni Putu Eka Wiratmini | 19 November 2018 13:05 WIB
Sampah kiriman di Pantai Padang Galak, Sanur, Bali - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, MANGUPURA – EcoBali Recycling mengklaim telah mampu mengumpulkan 2.200 ton sampah kemasan karton di Pulau Dewata sejak 10 tahun terakhir atau rata-rata sebanyak 300 ton sampah kemasan per tahun.
 
Direktur EcoBali Recycling I Ketut Mertaadi mengatakan sebagai perusahaan pengelolaan sampah di Bali, pihaknya berupaya untuk terus memperkenalkan konsep pemilahan sampah yang tepat untuk memaksimalkan daur ulang.  

Sebagian besar sampah yang dikumpulkan perusahaan yang telah berdiri sejak 2006 ini merupakan sampah plastik yang jumlahnya hampir 40% dari total sampah. Sisanya merupakan sampah metal, keca, sampah plastik, kertas, dan sampah kemasan.

EcoBali sendiri baru mulai mengumpulkan sampah kemasan karton sejak 10 tahun terakhir dengan berkolaborasi bersama Tetra Pak Indonesia. 
 
“Dengan memaksimalkan daur ulang, tidak ada sampah yang dibuang ke alam. EcoBali mengajarkan orang untuk memilah sampah sejak awal,” katanya, Senin (19/11/2018).
 
Program Manager EcoBali Recycling Paola Cannuciari mengatakan untuk memasksimalkan pengumpulan sampah kemasan karton, pihaknya telah bekerja sama dengan 50 hotel dan 15 perusahaan di Bali.

Ketika 10 tahun lalu bertekad untuk mengumpulkan sampah tetra pak, mereka hanya mampu mendapatkan 1,8 ton pada tahun pertama. Saat ini, dengan kerja sama semua pihak telah ada 300 ton sampah tetra pak mampu dikumpulkan dalam setahun.
 
“Kami sekarang sudah menghadirkan drop box pada toko-toko ritel di Bali, dan sekrang drop box tersebut juga mulai ada di Jakarta,” katanya.
 
Setelah dikumpulkan, bersama Tetra Pak Indonesia, sampah kemasan karton tersebut akan didaur ulang. Sampah kemasan karton tersebut dipilih dengan komposisi 75% menjadi kertas daur ulang, 20% menjadi genteng maupun partisi rumah, dan sisanya menjadi polimer untuk bahan furniture.
 
Pada 2017 misalnya, lebih dari 100.000 atap gelombang dan papan partisi rumah berhasil dibuat dari daur ulang kemasan karton.

Dalam tiga tahun terkahir, lebih dari 8.216 ton kemasan karton bekas minuman didaur ulang menjadi produk bermanfaat untuk program pembangunan Rumah Baca di sekolah-sekolah.
 
Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengatakan berkat kolaborasi dengan EcoBali Recycling, pihaknya mampu memberikan kontribusi recycling rate secara nasional sebesar 20,4%.

Artinya, setiap 5 kemasan karton yang tersebar di Indonesia, satu diantaranya mampu didaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat.
 
“Bekerja sama dengan EcoBali, sampah kemasan yang terkumpul dikirimkan ke pabrik daur ulang di Tangerang dan Mojokerto,” katanya.

Tag : bali, sampah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top