Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TPID Bali Diminta Menelaah Lagi Rendahnya Inflasi

Tim pengendali inflasi daerah Bali disarankan menelaah lagi tingkat inflasi di daerah ini apakah benar karena keberhasilan menekan atau justru akibat melemahnya kemampuan daya beli masyarakat.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 28 Maret 2018  |  14:35 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Tim pengendali inflasi daerah Bali disarankan menelaah lagi tingkat inflasi di daerah ini apakah benar karena keberhasilan menekan atau justru akibat melemahnya kemampuan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, tingkat inflasi pada 2017 sebesar 3,32%. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan laju inflasi nasional sebesar 3,61%. Bali masuk kategori zona hijau di nasional karena tingkat inflasinya rendah.

“Inflasi di Bali saya cek angkanya rendah. Tapi mohon maaf ke TPID, harus ditelaah lagi, lambatnya inflasi karena keberhasilan kinerja atau driver ekonomi yang melemah,” jelas pengamat ekonomi Ryan Kiryanto, di sela-sela diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Bali, di Kuta, Rabu (28/3/2018).

Ryan mengatakan berdasarkan ilmu ekonomi, inflasi yang rendah tidak dapat diklaim sebagai sebuah kesuksesan saja tetapi harus diwaspadai. Menurutnya, bisa saja rendahnya inflasi tersebut jangan-jangan mungkin karena kemampuan membeli masyarakat berkurang.

Bahkan, khusus di Bali bisa juga rendahnya tingkat inflasi disebabkan berkurangnya spending uang wisatawan ketika datang ke daerah ini.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Bali Azka Subhan mengakui bahwa rendahnya inflasi disebabkan dua hal.

“Keduanya memiliki kontribusi, peran dari TPID menekan inflasi tetapi bisa juga akibat melemahnya daya beli masyarakat,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mirae
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top