Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Populasi Jalak Bali Lebih Banyak di Penangkaran

Perkembangan populasi Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di alam liar Taman Nasional Bali Barat atau TNBB tidak sepesat seperti jumlah yang ditangkarkan.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  18:07 WIB
Populasi Jalak Bali Lebih Banyak di Penangkaran
Jalak Bali di penangkaran di TNBB.
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR—Perkembangan populasi Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di alam liar Taman Nasional Bali Barat atau TNBB tidak sepesat seperti jumlah yang ditangkarkan.

Mengutip data TNBB, dari hasil monitoring hingga akhir 2017 populasinya sebanyak 109 ekor, naik 34,5% dibandingkan jumlah populasi pada akhir 2016. Jumlah populasi tersebut terus mengalami peningkatan 2012.

Namun, peningkatan jumlah itu jjika dibandingkan dengan populasi di penangkaran di TNBB yang mengalami kenaikan sebesar 98% menjadi 303 ekor pada akhir 2017, dari tahun sebelumnya 153 ekor. Kepala Bali TNBB Agus Ngurah Krisna mengatakan populasi di alam liar lebih sedikit karena burung endemik TNBB tersebut menghadapi sejumlah ancaman.

“Dari predator, karena warna bulunya mencolok sehingga gampang dilihat predator. Selain itu, ancaman lainnya adalah habitat kering, burung ini membutuhkan air lebih banyak kalau tidak lengket bulunya,” jelasnya saat ditemui, Minggu (28/1/2018).

Menurutnya, keberhasilan meningkatkan populasi yang signifikan di penangkaran tidak lepas dari usaha yang dilakukan secara terus menerus mulai dari perbaikan manajemen pakan, pengelolaan kesehatan, penanganan gangguan pemangsa, dan ketersediaan prasarana pendukung. Hingga Januari 2017, populasi di penangkaran sudah bertambah menjadi 317 ekor.

Agus menuturkan khusus untuk di penangkaran, pihaknya memiliki petugas yang selalu melakukan pengawasan 24 jam. Untuk mengawasi keberadaan Jalak Bali di alam liar, pihaknya bekerja sama dengan desa adat di sekitar TNBB untuk melindungi binatang endemik tersebut.

Diakuinya, gangguan pencurian Jalak Bali masih ada dan terbukti beberapa minggu lalu petugas TNBB menangkap warga yang memasang jaring perangkap. Agus menyatakan dari hasil interogasi, asal warga yang berniat menjebak Jalak Bali berasal dari jauh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top