Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI Memperluas Penyaluran Kartu Tani di Bali

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas penyaluran Kartu Tani kepada petani anggota Subak Pulagan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 14 Januari 2018  |  21:31 WIB
BNI Memperluas Penyaluran Kartu Tani di Bali
Ilustrasi - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, GIANYAR--PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas penyaluran Kartu Tani kepada petani anggota Subak Pulagan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Pimpinan Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Bali Nusra Hasan Ashari mengatakan program Kartu Tani ini merupakan yang ketiga kalinya setelah Kabupaten Klungkung dan Kota Denpasar.

“BNI telah memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di bidang pangan yang termasuk dalam sektor pertanian, perkebunan maupun peternakan,": katanya, Jumat (12/1/2018).

Menurut Hasan BNI cukup agresif mendistribusikan Kartu Tani di Bali. Hingga pertengahan Januari 2018 telah tercetak 933 Kartu Tani. Untuk memperluas penyaluran pada 2018, sejak awal tahun telah disiapkan infrastruktur untuk pendistribusian Kartu Tani, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dia menjaleskan BNI menjadikan Kartu Tani sebagai sarana layanan perbankan yang lebih lengkap bagi petani, termasuk untuk mendapatkan KUR Tani. BNI Kartu Tani merupakan kartu debit yang bisa digunakan pula untuk penyaluran bantuan sosial dan subsidi serta berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet/e-wallet (combo) untuk belanja.

Manfaat lainnya, sebagai database petani yang akurat sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi di agen pupuk. Dengan Kartu Tani maka distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih terkontrol dan tercatat secara real time-on line dan dapat dipantau melalui sarana dashboard yang telah disediakan.

Hasan mengungkapkan potensi pembiayaan di sektor pangan masih sangatlah besar karena merupakan sektor riil yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Penyaluran pembiayaan BNI khususnya di sektor kredit kecil melalui kredit usaha rakyat (KUR) di Bali mencapai Rp310 miliar di tahun 2017.

BNI dengan pertumbuhan yang agresif akan secara aktif menyalurkan kredit ke sektor pertanian baik secara perorangan maupun melalui pola klaster, baik itu kluster petani yang berada dalam satu kawasan maupun kesamaan jenis komoditasnya.

“KUR Tani akan sangat membantu para petani diantaranya untuk menutupi biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk ataupun obat-obatan untuk meningkatkan produktivitas hasil tanam mereka,” katanya.

Ia menjelaskan BNI menyinergikan Program Kartu Tani dan KUR Tani dengan Program Laku Pandai melalui keberadaan Agen46, sehingga warga di pedesaan mudah mengakses transaksi seperti setor tunai, transfer, pembayaran listrik/token PLN, pulsa, dll.

BNI juga akan bekerjasama dengan Rumah Pangan Kita (Bulog) serta Agen/Kios Penyalur Pupuk (PT Pupuk Indonesia/Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, dll) untuk melengkapi layannnya sebagai Agen46 BNI.

Berbagai program dan dukungan yang diberikan BNI tersebut diharapkan dapat mewujudkan terbentuknya sentra pangan baru sehingga dapat menciptakan kestabilan harga pangan.

“Jika ketahanan pangan tercapai maka harga akan menjadi stabil dan secara otomatis akan menurunkan inflasi,” lanjutnya.

Plt Sekda Gianyar Made Gde Wisnu Wijaya mengatakan subak ini dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya dunia yang ditetapkan Unesco, tapi ke depan akan menyasar seluruh petani yang ada di wilayah kabupaten tersebut.

“Pemberian kartu ini merupaka upaya pemerintah mendorong dan memfasilitasi para petani untuk memanfaatkan peluang kemudahan mendapatkan pelayanan dalam proses produksi pertanian,” katanya.

Kata dia dengan diluncurkannya Kartu Tani akan memudahkan petani memperoleh pelayanan akses teknologi, permodalan, penyuluhan, sarana produksi, pasar, serta memperpendek mata rantai birokrasi terhadap hak dan kewajiban petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl dwgl
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top