Bali Pacu Pertumbuhan Desa Wisata, Kucuran Dana Ditingkatkan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 12 Juni 2018 | 10:10 WIB
Warga mengunjungi Nusa Dua Light Festival 2018 di Badung, Bali, Senin (11/6). Festival lampion bertema "Underwater Light" tersebut merupakan salah satu daya tarik wisata di kawasan Nusa Dua selama musim libur panjang lebaran yang menargetkan kunjungan 2.500 orang per hari./Antara-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Pulau Dewata mengejar pertumbuhan desa wisata setelah berhasil merealisasi 71% dari target 5 tahun kepemimpin Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

I Ketut Sudikerta yang sedang cuti dari jabatan Wakil Gubernur Bali mengatakan target pertumbuhan desa wisata di Bali akan terus didorong untuk tercapai 100%. Tidak tanggung-tanggung, penambahan dana untuk pengembangan desa wisata akan dilakukan untuk mewujudkan ini.

Adapun, selama ini dana pengembangan desa wisata diturunkan sebesar Rp100 juta per desa. Nonimal ini bisa saja ditingkatkan menjadi Rp200 juta lantaran pembiayaan yang dibutuhkan akan terus meningkat.

“Dari target 5 tahun baru terealisasi 71, apakah ini kita lanjutkan, kita lanjutkan terus, dari segi kualitas maupun yang belum diwujudkan,” katanya, Senin (11/6/2018).

Kata dia, saat ini jumlah desa wisata terbanyak berada di Karangasem. Namun, jika dilihat dari kesuksesan, desa wisata Uluwatu yang berada di Kabupaten Badung, menurutnya yang paling tinggi pendapatan. Selama 2017, pendapatan desa wisata Uluwatu bisa mencapai Rp21 miliar.

Sementara, Desa Wisata Besakih di Karangasem berhasil mendapat pendapatan sebesar Rp11 miliar selama 2017.

“Saat ini sudah berjalan dan mampu mendukung pertumbuhan desa wisata, artinya kalau destiansi mau meberikan kontribusi harus dibenahi, ada fasilitas penunjang,” katanya.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya