Menteri Basuki Sebut Pemerintah Bakal Terbitkan Inpres Air Bersih

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkap jika pemerintah akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan akses air bersih nasional.
Sebagian warga DKI Jakarta masih sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari./Istimewa
Sebagian warga DKI Jakarta masih sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari./Istimewa

Bisnis.com, MANGUPURA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkap jika pemerintah akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan akses air bersih nasional. 

Basuki menyebut Indonesia masih butuh 10 juta sambungan pipa untuk memenuhi akses air bersih terutama di daerah atau pulau yang tidak memiliki sumber air bersih sama sekali. Menurutnya hingga saat ini akses air bersih melalui sambungan pipa baru 20 persen, masih rendah jika dibandingkan luas wilayah Indonesia. Bahkan menurut Basuki, ada pulau - pulau kecil di Indonesia yang tidak memiliki sumber air bersih sama sekali.

"Makanya seperti halnya jalan - jalan daerah, kami usulkan dalam rapat terbatas (ratas) agar ada Inpres air bersih. Karena Indonesia butuh sekitar 10 juta sambungan pipa untuk menyiapkan air bagi masyarakat. Kami ingin punya Inpres, Inpres tentang air bersih karena dengan Inpres solusinya bisa lebih cepat," jelas Basuki saat konferensi pers seusai acara forum konsultasi World Water Forum, Kamis (12/10/2023). 

Secara umum akses air bersih secara nasional menurut Basuki sekitar 80 persen, akses tersebut berasal dari sumber mata air, embung, bendungan hingga pipa yang diadakan pemerintah. Dengan Inpres, akses air bersih bisa ditingkatkan secara signifikan di seluruh Indonesia. Inpres ini juga menurut Basuki menjadi terobosan penting pemerintah dalam mewujudkan akses air secara berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Sebagai informasi, menurut data World Health Organization (WHO) pada 2020, hanya 83 persen dari rumah tangga Indonesia yang memiliki akses ke air minum yang aman. Ini berarti masih ada sekitar 17 persen rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum bersih.

Hal yang sama ditunjukkan data yang dirilis WaterAid. Indonesia berada di peringkat 140 dari 193 negara dalam Indeks Ketersediaan dan kualitas air minum 2022. Indonesia mencetak 52,5 dari 100, dengan 60,1 persen dari populasi memiliki akses ke air bersih dan layak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper