Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Beras Bali Meningkat 13,5 Persen

Hingga akhir Desember 2022 produksi beras Bali diproyeksikan mencapai 390.160 ton atau meningkat 11,78 persen.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 01 November 2022  |  15:32 WIB
Produksi Beras Bali Meningkat 13,5 Persen
Ilustrasi petani merontokkan gabah. - Antara/Adeng Bustomi
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Produksi beras Bali dari Januari hingga September 2022 mencapai 281.670 ton atau meningkat 13,5 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras sepanjang 2022 paling tinggi terjadi pada April 2022 yang mencapai 62.820 ton, kemudian pada Mei 48.020 ton, dan Maret 31.750 ton.

Kepala BPS Bali Hanif Yahya menjelaskan hingga akhir Desember 2022 produksi beras Bali diproyeksikan mencapai 390.160 ton atau meningkat 11,78 persen dibandingkan dengan produksi beras pada 2021.

“Pada oktober hingga Desember 2022 kami prediksi produksi beras 108.490 ton, tren peningkatan ini perlu dijaga agar tidak terjadi penurunan produksi beras Bali pada akhir tahun,” jelas Hanif, Selasa (1/11/2022).

Peningkatan produksi beras Bali sejalan dengan peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) yang hingga September 2022 mencapai 499.450 ton atau meningkat 13,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang produksi GKG 439.830 ton. Produksi GKG sepanjang 2022 diproyeksikan mencapai 691.820 ton

Peningkatan produksi beras ini juga sejalan dengan luas panen padi hingga September 2022 meningkat 10,18 persen menjadi 83.720 hektare, peningkatan luas panen padi paling tinggi terjadi pada April 2022 dengan luas panen padi 18.310 hektare.

Menurut Hanif pada 2022 luas panen padi mencapai 114.790 hektare atau meningkat 9,12 persen jika dibandingkan 2021 yang luas lahan padi 105.200 hektare.

Bali memiliki tantangan untuk mempertahankan luas lahan padi dengan menahan alih fungsi lahan yang masif terjadi, sebelumnya Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menjelaskan alih fungsi lahan di Bali mencapai 1.000 hektare setiap tahun. Alih fungsi lahan tersebut terjadi untuk pembangunan hotel, villa hingga perumahan.

Tjok Ace menjelaskan untuk menekan alih fungsi lahan, generasi muda harus mau menjadi petani, karena selama ini profesi petani masih dipandang sebelah mata oleh generasi muda.

“Alih fungsi lahan yang besar menimbulkan masalah keterbatasan lahan pangan yang akan berdampak terbatasnya pangan di Bali,” jelas Tjok Ace dalam keterangan resminya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi beras pertanian bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top