Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI (BBRI) Tingkatkan Alokasi KUR 2022 di Bali dan Nusa Tenggara Jadi Rp12,3 Triliun

BRI (BBRI) meningkatkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali dan Nusa Tenggara menjadi 12,3 triliun pada 2022, dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp9,2 triliun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  10:13 WIB
BRI (BBRI) Tingkatkan Alokasi KUR 2022 di Bali dan Nusa Tenggara Jadi Rp12,3 Triliun
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meningkatkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali dan Nusa Tenggara menjadi 12,3 triliun pada 2022. Alokasi ini meningkat dibandingkan realisasi penyaluran KUR pada 2021.

Direktur Kepatuhan BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, yang juga Direktur Pembina BRI Regional Office Denpasar, mengatakan KUR untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara setara dengan 4,73 persen dari alokasi KUR nasional perseroan pada 2022, yakni Rp260 triliun.

Solichin menyampaikan alokasi tersebut juga meningkat dari realisasi penyaluran KUR pada sepanjang 2021. Tahun lalu, KUR mikro BRI di Bali dan Nusa Tenggara terserap hingga Rp9,2 triliun atau 102,16 persen dari target yang ditetapkan.

“Penyaluran KUR di Bali dan Nusa Tenggara ini mengalami peningkatan alokasi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, BRI menyalurkan KUR Mikro di Bali, NTT, dan NTB sebesar Rp9,2 triliun atau 102,16 persen dari alokasi yang ditetapkan,” ujarnya, Selasa (15/2).

Selain itu, penyaluran KUR mikro BRI telah disalurkan kepada 341.390 masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Realisasi tersebut juga didominasi oleh sektor produktif sebesar 47 persen.

Solichin menambahkan bahwa pada tahun ini, perseroan juga aktif mengeluarkan sejumlah jurus untuk membangkitkan antusiasme sektor UMKM di Provinsi Bali, NTT, dan NTB.

Di sisi lain, dia mengatakan perhelatan BRI Liga 1 dapat menjadi secercah harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali dan sekitarnya.

Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini digelar di Pulau Dewata sejak Desember 2021 dan diharapkan mampu meningkatkan geliat ekonomi pelaku UMKM di Bali. Namun, kata Solichin, penyebaran virus Omicron menjadi tantangan dalam pelaksanaan BRI Liga 1.

Akan tetapi, Solichin menuturkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap BRI Liga 1 ditangkap oleh pelaku UMKM melalui digitalisasi bisnis. Dengan ‘menggelar lapak’ secara daring, pelaku UMKM bisa memperluas pangsa pasar dan memaksimalkan potensi penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bri kredit usaha rakyat bbri
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top