Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Medan dan Bali Jajaki Kolaborasi Digitalisasi Keuangan UMKM

Kota Medan dan Bali menjajaki kolaborasi digitalisasi keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kedua daerah.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  12:58 WIB
Medan dan Bali Jajaki Kolaborasi Digitalisasi Keuangan UMKM
Wali Kota Medan Bobby Nasution di STIMIK Primakara, Denpasar. bisnis - istimewa

Bisnis.com, MATARAM - Kota Medan dan Bali menjajaki kolaborasi digitalisasi keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kedua daerah.

Sistem pencatatan keuangan dan manajemen di sebagian UMKM yang masih konvensional harus segera dikonversi ke digital agar bisa berkompetisi dan pengelolaan UMKM lebih profesional.

Dalam kunjungannya ke STMIK Primakara Bali, Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan proses digitalisasi UMKM di Bali melalui STMIK Primakara merupakan langkah yang inovatif. "Digitalisasi keuangan UMKM harus dilakukan. Selama ini kebanyakan pelaku UMKM tidak ada pemisahan keuangan bisnis dan pribadi. Uang bisnis dan rumah tangga harusnya terpisah. Ini jadi salah satu kendala UMKM. Jadi kita fokus bantu digitalisasi UMKM khususnya pada bagian keuangan,” jelas Bobby dikutip dari rilis pada Sabtu (19/12/2021).

Digitalisasi keuangan juga mempermudah UMKM untuk mengakses modal di perbankan. "Untuk membawa UMKM naik kelas harus dibukakan akses pelaku UMKM ke segala bidang, termasuk ke lembaga keuangan. Untuk bisa ke sana harus dibenahi manajemen keuangan internal UMKM ini, bagaimana sistem pembukuan, keuangan harus kita ubah dengan digitalisasi,” ujar Bobby.

Bobby terkesan dengan ekosistem digital yang dibangun oleh STMIK Primakara yang melibatkan banyak UMKM. Dia juga mengajak UMKM rintisan berkunjung ke Medan untuk melihat dan saling belajar dengan UMKM yang ada di kota Medan.

"Mantap sekali pelaku UMKM dan startup binaan diinkubasi disini. Kampus ini mampu menjadi jembatan pelaku UMKM ke pasar, pemerintah, lembaga keuangan dan lainnya. Kami ingin kolaborasi untuk memajukan digitalisasi para pelaku UMKM. Banyak UMKM, startup yang kami lihat di sini. Kampus menjadi jembatan untuk bisa mengembangkan pelaku UMKM baik dari sisi pemasaran, kemudahan komunikasi yang inline dengan pemerintah. Ini menjadi ilmu bagi kami untuk bisa diterapkan di Medan," kata dia.

Ketua STMIK Primakara I Made Artana menjelaskan digitalisasi keuangan UMKM melalui QRIS merupakan yang sedang dilakukan pemerintah bisa menyelesaikan masalah pengelokaan keuangan UMKM. "Gerakan besar secara nasional dilakukan BI dengan menggunakan QRIS. Info dari BI progressnya luar biasa, 13 juta di tahun ini dan harapannya 13 juta lagi di tahun depan,” kata Artana.

Artana juga berharap ada kerjasama yang konkrit antara Bali dan kota Medan bagi perkembangan dan penguatan ekosistem startup serta ekonomi digital di Bali maupun Medan. “Selain sharing kondisi di masing-masing tempat, lebih konkret lagi ke depan semoga ada kerjasama yang lebih riil. Harapannya kami ke depan bisa bekerjasama antar kampus, pemerintah dan antar startup,” harap Artana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali umkm
Editor : Feri Kristianto

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top