Daihatsu Proyeksikan Market Share Gran Max Naik 5% di Bali

Pangsa pasar kendaraan niaga Daihatsu Gran Max Pick Up (PU) di Bali terus mengalami peningkatan.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  16:08 WIB

Bisnis.com, DENPASAR— Pangsa pasar kendaraan niaga Daihatsu Gran Max Pick Up (PU) di Bali terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data terbaru pangsa pasar Gran Max PU saat ini sudah naik di angka 31,9%. Bahkan diprediksi bisa tembus di angka 37%, atau naik sekitar 5% hingga tahun ini.

Meski sebelumnya mengalami penurunan hingga di bawah 30% sepanjang Mei-Juli, namun jika mengacu data registrasi di Kepolisian (Polreg), yang menjelaskan Daihatsu Gran Max PU masih berada di posisi kedua pasar pick up low di Bali setelah Suzuki yang memimpin pasar di angka 68% di Bali.

Kepala Wilayah PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation Jatim, Bali, dan Nusra, Tunjung Pramusinto mengatakan, selain disebabkan oleh seiring membaiknya kondisi perekonomian di semester kedua serta makin masifnya program Daihatsu di Bali menjangkau konsumen faktor lain karena banyak konsumen, terutama pelaku usaha, mulai yakin akan keandalan dan keunggulan Gran Max PU ketimbang mobil pikap lainnya.

“Kompetisi di segmen mobil pikap memang berat. Pikap kompetitor cukup agresif dengan mengeluarkan produk baru dan paket penjualan kompetitif yang bisa diterima market. Kami juga menghadirkan paket kompetitif walaupun produk yang kami tawarkan masih produk lama, tetapi ternyata berhasil dan pangsa pasar kami malah meningkat,” tutur kepada wartawan di Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2019).

Tunjung menyebut dari tiga wilayah operasi yang dinaungi, hanya di Bali dan NTB, Gran Max PU menempati urutan kedua. Sementara di Jawa Timur dan NTT, Gran Max berada di urutan pertama dengan perolehan pangsa pasar di atas 70%. Sementara di NTT, pangsa pasar Gran Max PU mencapai 88,14%. Berdasarkan data Polreg, sepanjang Januari- Agustus 2019 di wilayah Jatim, Bali, dan Nusra, pasar pikap memang turun sekitar 17% jika di periode yang sama di 2018. 

Menurutnya, penurunan itu tak jauh dari penurunan otomotif nasional yang berada di angka 11%. Sepanjang Januari- Agustus 2019, rata-rata penjualan mobil pikap tiap bulannya sebesar  770 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu rata-rata sebanyak 923 unit per bulan. 

"Dari jumlah itu, Daihatsu Gran Max PU masih memimpin penjualan dengan meraih rata-rata penjualan 457 unit per bulan dengan pangsa pasar 59,41%, posisi kedua dipegang Suzuki Futura dengan rata-rata penjualan 259 unit per bulan dengan pangsa pasar 22,47%, dan tempat ketiga ada Suzuki Carry dengan rata-rata penjualan 31 unit per bulan (4,12%), dan tempat keempat ada Mitsubishi T120SS dengan rata-rata penjualan 19 unit per bulan (2,48%)," jelasnya.

Keunggulan

Tunjung menyampaikan, pihaknya sering menggelar banyak program penjualan untuk meningkatkan daya tarik konsumen khususnya di Bali, Misalnya pemberian  uang muka (DP) ringan mulai dari Rp5 juta turun Rp7 juta dari DP sebelumnya sebesar Rp12 juta. Menurut dia, melalui program DP murah ini terbukti mampu mendongkrak penjualan. 

"Belum lagi adanya program angsuran terjangkau, proses kredit murah, sederhana, dan cepat. Termasuk paket promo servis gratis 30.000 km atau 2 tahun untuk Gran Max PU pembelian hingga akhir November 2019 ini," jelasnya.

Dia menyampaikan, pihaknya juga memperkuat beberapa aktivitas mendekati konsumen seperti pameran yang agresif, mendatangi pasar dan pusat pertokoan, hingga gathering konsumen pemilik Gran Max PU. Langkah ini dinilai bisa membuat mereka ingin menambah produk atau mengganti produk lamanya.

Made Ferry, pemilik dealer sepeda motor di kawasan Denpasar, Bali mengatakan, kegiatan Gathering sangat penting dilakukan karena dari masyarakat bisa testimoni langsung akan keunggulan Gran Max PU jika dibandingkan produk kompetitor. 

“Ada beberapa kelebihan Gran Max PU yang membuat saya memilih mobil ini. Gran Max PU lebih lebar dan pendek. Gampang dimodifikasi, sehingga memudahkan untuk mengangkut sepeda motor dengan cepat,” ujarnya.

Pengguna Gran Max PU lebih dari 10 tahun ini menambahkan, dengan Gran Max PU yang sudah dimodifikasi, proses mengangkut sepeda motor cukup dilakukan satu orang dengan waktu tidak sampai dua menit untuk satu unit sepeda motor. 

Made yang mengaku empat unit mobil Gran Max PU-nya setiap bulan, dari dua cabang dealer yang ia miliki, bisa mengangkut sekitar 450 unit sepeda motor ke konsumen. Sebelumnya, butuh waktu lama dan perlu tenaga beberapa orang untuk menggotong motor naik ke mobil pikap. 

“Saya hanya melihat dari sisi praktisnya. Dengan Gran Max, bisa dilakukan satu orang, cukup sopir, dan waktunya cuma satu menit lebih dikit,” paparnya.

Selain itu, sepeda motor juga tidak lecet, tidak seperti sebelumnya yang terhalang bak samping. Gran Max PU miliknya bisa mengangkut empat unit sepeda motor jenis matic seperti Scoopy. 

Menurut Made, Daihatsu yang pertama kali memiliki desain pikap praktis yang mudah mengangkut kendaraan dengan cepat. Makanya, saat ada tawaran dari merek lain dengan iming-iming paket diskon, DP murah, dan bunga sangat ringan, ia enggan beralih dari Gran Max PU. 

Kelebihan Gran Max PU juga diakui I Made Kicen, pemilik perusahaan Prisma Elektrika Bali di Jl Pungutan, Denpasar, Bali.

Perusahaannya yang bergerak di bidang kelistrikan itu menggunakan Gran Max PU untuk kendaraan operasional sejak 2012. Saat ini Kicen memiliki 9 unit Gran Max PU dan 1 unit Gran Max Boks. Mobil Gran Max yang ia gunakan hingga saat ini tidak pernah rewel ataupun turun mesin. Padahal, mobil-mobil itu bisa menempuh jarak 50 km per hari dengan daerah operasional di seluruh Bali.

“Mesinnya bandel dan tangguh. BBM-nya juga lebih hemat, ketimbang mobil operasional kami sebelumnya,” jelasnya. 

Sebelumnya, tahun 1990-an, ia menggunakan Toyota Kijang Pikap. Mobil itu berat. Bobot mesinnya juga berat. Susah untuk akselerasi saat parkir. Lalu, pada 1997, pihaknya menggunakan Daihatsu Espass Pick Up yang lebih ringan, tetapi memiliki tenaga besar juga kapasitas bak lebih besar. Kemudian pada 2012, perusahaannya beralih ke Gran Max PU yang juga memiliki tenaga kuat dan daya angkut yang besar.

 “Gran Max PU hemat BBM, karena bodinya ringan. Mobil ini mampu mengangkut kabel dan peralatan listrik dengan mudah. Akselerasinya juga jauh lebih bagus, konsumsi BBM lebih hemat sekitar 50 persen ketimbang mobil Kijang Pikap sebelumnya, karena memang bobot bodinya ringan,” papar Kicen. 

Selain itu, bak mobil Gran Max PU flat, tidak ada benjolan seperti mobilnya terdahulu. Ia mengaku belum pernah kecewa selama menggunakan Gran Max PU. Apalagi, respons layanan purna jual, seperti servis dan pasokan suku cadang, juga cepat. 

“Support tim teknisi Daihatsu cepat, sehingga tidak mengganggu operasional kami,” tutur Kicen. 

Sementara itu, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation Supranoto mengatakan, Gran Max PU hadir untuk memenuhi permintaan pelaku usaha di Indonesia. Pihaknya memang menghadirkan setiap produk kendaraan dengan melihat kebutuhan dan kondisi masyarakat di Indonesia. 

"Makanya, Gran Max PU bisa diterima dengan baik oleh publik di Tanah Air. Saat ini, Gran Max PU merupakan penyumbang terbesar kedua penjualan Daihatsu di Indonesia," tandasnya.

 Dari total penjualan ritel Daihatsu sepanjang Januari hingga Agustus 2019 sebanyak 13.696 unit, Gran Max PU meraih penjualan 2.989 unit atau memberi kontribusi 22%. Sigra berada di posisi teratas dengan meraih penjualan 3.795 unit menyumbang 28%. Posisi berikutnya Gran Max Minibus (MB) dan Ayla di angka penjualan sekitar 1.700 unit atau memberi kontribusi 12-13%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, daihatsu gran max

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top