Bali Siapkan Ribuan Toko Ritel Milik Desa Adat

Desa adat sebagai pilar pembangunan Bali harus terus dimatangkan, salah satunya dengan mengembangkan konsep mini market milik desa adat.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  06:05 WIB
Bali Siapkan Ribuan Toko Ritel Milik Desa Adat
Petugas keamanan adat Bali atau Pecalang berpatroli di jalan tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Selasa (28/3). - Antara/Panji Anggoro

Bisnis.com, DENPASAR—Pemprov Bali ingin mengembangkan ribuan toko ritel desa adat untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan pembangunan di seluruh wilayah.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan menyambut baik tawaran Bali Business Network yang ingin memberikan pendampingan saat mini market desa adat beroperasi di bawah koordinasi Perusahaan Daerah Bali.

“Desa adat sebagai pilar pembangunan Bali harus terus dimatangkan, salah satunya dengan mengembangkan konsep mini market milik desa adat,” katanya, Rabu (20/2/2019).

Koster menjelaskan pascaterbitnya Pergub No 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali, pemprov bakal menata pemasaran produk dari hulu hingga ke hilir di antaranya melalui Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA), lembaga usaha milik desa adat.

Kata dia saat ini sejumlah desa adat telah memiliki usaha sejenis mini market yang akan ditata dan menyiapkan yang baru melalui proses yang penuh kehati-hatian.

Ia berharap unit usaha ini kelak usaha ini dikelola secara profesional dengan tetap berpegang kepada kearifan lokal Bali.

Berdasarkan catatan Bisnis.com di Provinsi Bali terdapat 1.493 desa pekraman atau desa adat yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.

Direktur Bali Business Network I Made Abdi Negara mengatakan terus mematangkan konsep pendampingan dengan mengembangkan aspek manajemen, pelatihan, dan pengawasan agar mini market bisa diterima masyarakat, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

Ia berharap keberadaan toko ritel ini menjadi salah satu pilar kemandirian desa adat dan mampu mendistribusikan barang-barang konsumsi yang diperlukan warga serta dapat mengangkat produk lokal.

Abdi menyebut Bali Business Network yang terdiri anak muda potensial ini berupaya untuk menghubungkan berbagai kepentingan bisnis di Pulau Dewata.

Sejak 2016 telah melakukan pendampingan terhadap sejumlah UMKM dan peritel agar mampu menyiapakn produk dengan kemasan yang baik.

“Kini kami melakukan pendampingan terhadap 60 usaha baik dalam hal manajemen, branding, e-commerce, pemasaran dll. untuk memastikan agar bisnis berjalan baik, mampu bersaing, dan berkelanjutan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, Desa Adat

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top