Pesawat VVIP Hanya Turunkan 1% OTP Penerbangan Reguler di Bandara Ngurah Rai  

AirNav Indonesia optimistis penerapan expected delay pada pesawat VVIP selama IMF-WB 2018 hanya akan menurunkan On Time Performances (OTP) penerbangan reguler sebesar 1%.nn 
Ni Putu Eka Wiratmini | 09 Oktober 2018 09:28 WIB
Petugas memantau dan mengatur pergerakan pesawat udara di menara Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (8/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR -- AirNav Indonesia optimistis penerapan expected delay pada pesawat VVIP selama IMF-WB 2018 hanya akan menurunkan On Time Performances (OTP) penerbangan reguler sebesar 1%.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan hanya saat ada kedatangan dari tamu kenegaraan seperti presiden, wakil presiden, dan perdana menteri saja pihaknya melakukan expected delay. yakni 30 menit sebelum kedatangan dan 15 menit setelah mendarat. 

Dia optimistis OTP penerbangan reguler tidak akan berpengaruh lantaran hanya ada 12 pesawat VVIP yang datang ke Bali selama IMF-WB 2018. Saat ini baru 1 pesawat kenegaraan dari Grenada yang tiba di Bandara Ngurah Rai. Tamu VVIP lainnya baru akan tiba pada 10 Oktober 2018 nanti.

Kata dia, dengan jumlah pesawat VVIP yang tidak terlalu banyak tersebut otomatis tidak akan terlalu berpengaruh pada penerbangan reguler.

"VVIP paling hanya 3 atau 4 dan pengaruh OTP untuk maskapai sangat kecil dibawah 1%, gak akan berpengaruh banyak, dan VVIP tidak datang berurutan," katanya, Senin (8/10/2018).  

Dia juga memprediksi puncak kedatangan delegasi IMF-WB 2018 dan tamu kenegaraan akan terjadi pada 9 sampai 12 Oktober 2018. Prediksi peningkatan lalu lintas penerbangan di Bandara Ngurah Rai selama gelaran IMF-WB 2018 adalah sebesar 10% hingga 15% dari rata-rata 460 flight per hari.

Walaupun terjadi peningkatan lalu lintas penerbangan dan Bali kedatangan hingga 32.000 delegasi, dia memastikan lalu lintas penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan lancar. Pesawat reguler yang mengantar delegasi sendiri mulai datang sejak 5 Oktober 2018. Sementara, untuk tamu kenegaraan dengan pesawat VVIP baru akan ramai tiba pada 10 Oktober 2018.

Normalnya, akan ada 30 slot penerbangan reguler per jam di Bandara Ngurah Rai. Sementara, dengan kegiatan IMF-WB 2018 akan ada 35 penerbangan per jam. Walaupun terjadi peningkatan, menurutnya 35 penerbangan per jam hanya memenuhi 90% dari slot puncak.

Kata dia, untuk mengantisipasi penerbangan dari pesawat pribadi, pihaknya sudah bekerja sama dengan bandara internasional di luar Bali seperti Surabaya, Solo, dan Makasar untuk menjadi tambahan parking stand jika kapasitas apron tidak memadai. Apalagi, apron barat dan timur Bandara Ngurah Rai saat ini sudah diperluas dengan reklamasi 8 Ha sehingga mampu menambah 10 parking stand baru dari kondisi ekisting sebanyak 53.

"Jadi harapan kami, 460 reguler penerbangan terlayani dengan baik, kami juga meminimalisir delay," katanya.

Tag : bandara ngurah rai, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top