Bisnis.com, JAKARTA — Hujan lebat berkepanjangan memicu terjadinya banjir yang kini telah merendam permukiman di Denpasar, Bali sejak Rabu (10/9/2025).
Beberapa warga bahkan ada yang naik ke atap lantaran banjir sudah merendam lantai dua rumah mereka. Ara (27), warga Gianyar, Bali, bercerita bahwa dia dan keluarganya sudah naik ke toren di atap rumahnya pada pukul 05.00 WITA.
Satu jam sebelumnya, sekitar pukul 04.00 WITA, air sudah merendam lantai satu rumahnya yang berada di Batubulan, Sukawati, Gianyar. Banjir mulai masuk sejak lewat dini hari tadi akibat hujan yang tak berhenti sejak Selasa (9/9/2025).
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Gianyar berbatasan langsung dengan Kota Denpasar, yang juga sejak terendam banjir.
Ara dan keluarganya kini sudah dievakuasi di rumah saudaranya yang tak jauh dari daerah tersebut. Namun, sampai saat ini mereka belum bisa juga menghubungi kontak darurat. Pihak BPBD juga disebut kewalahan karena akses jalan tertutup.
"Jam 05.00 kurang kita semua naik ke toren sambil mendengarkan azan subuh. Jam 6 dievakuasi sama tetangga," terang Ara saat dihubungi Bisnis.
Dia bahkan menyebut Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, termasuk Canggu hingga Kerobokan, ikut terendam banjir hingga tertutup aksesnya.
"Akses ketutup banjir, jembatan jebol," terangnya.
Saat ini, terangnya, banjir sudah mulai surut. Hujan masih turun meski sudah tidak sederas dini hari tadi.
Apabila merujuk ke situs resminya, BPBD Bali sudah mengumumkan prakiraan cuaca 10 harian pada awal September 2025. Namun, prakiraan cuaca 8-10 September 2025 berpotensi hujan ringan di wilayah Badung, Denpasar, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem.
"Sekiranya informasi ini bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak lanjutan dari kondisi tersebut. Apabila dalam keadaan darurat dan memerlukan informasi lebih rinci, hubungi call center darurat di nomor 0361-251177 atau melalui Whatsapp di 0857-9224-0799," dikutip dari situs resmi BPBD Bali.