Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BPR Kanti Targetkan Pertumbuhan Kredit 35 Persen pada 2023

Nilai penyaluran kredit BPR sepanjang 2022 mencapai Rp484 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan 2021 yang nilai penyaluran Rp314 miliar.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 03 Januari 2023  |  19:14 WIB
BPR Kanti Targetkan Pertumbuhan Kredit 35 Persen pada 2023
Ilustrasi. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Sektor perbankan di Bali optimistis bisa menyalurkan pembiayaan atau kredit lebih baik dibanding 2022 seiring dengan membaiknya ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti menargetkan pertumbuhan kredit 35 persen pada 2023. Direktur Utama BPR Kanti, I Made Arya Amitaba menjelaskan pada 2023 iklim usaha Bali akan semakin baik sehingga kebutuhan modal segar semakin banyak, terutama dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah mulai reborn pada 2022.

“Kami berani memasang target 35 persen pertumbuhan penyaluran pembiayaan karena pada 2022 kinerja pembiayaan kami pun tumbuh signifikan mencapai 48 persen, pertumbuhan yang tidak kami duga sebelumnya karena 2022 masih suasana pandemi penyaluran kredit kami tumbuh melampaui pertumbuhan sebelum pandemi, bahkan di 2022 itu menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun,” jelas Amitaba kepada media, Selasa (3/1/2022).

Amitaba menjelaskan nilai penyaluran kredit BPR sepanjang 2022 mencapai Rp484 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan 2021 yang nilai penyaluran Rp314 miliar. Tingginya capaian tersebut menandakan iklim usaha UMKM di Bali sudah mulai pulih.

Sepanjang 2022 juga disebutkan banyak kredit bermasalah yang bisa diselesaikan oleh nasabah, sehingga Non Performing Loan (NPL) BPR Kanti terkendali di angka 1,92 persen atau jauh lebih rendah dibanding NPL 2021 dengan NPL 4,1 persen.

BPR Kanti juga menargetkan pertumbuhan aset sejumlah 36 persen, dan pertumbuhan modal 50 persen. Untuk mencapai target tersebut, Amitaba menyebut akan meningkatkan kinerja penyaluran kredit dengan memperkuat jaringan sesama BPR dan Koperasi. BPR Kanti juga melakukan ekspansi bisnis ke Nusa Tenggara Barat dengan menggandeng BPR lain di NTB sebagai mitra.

“Kami akan mengoptimalkan apa yang sudah kami lakukan di 2022, seperti pemberian kredit bagi UMKM karena tugas kami memang untuk memberikan ruang bagi UMKM agar bisa naik kelas lebih cepat. Melakukan perluasan bisnis ke NTB untuk penyaluran pembiayaan,” ujar Amitaba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpr bali
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top