Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerimaan Pajak di Bali Rp6,4 Triliun per Agustus 2022

Pertumbuhan penerimaan pajak dari Januari hingga Agustus mencapai 39,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 28 September 2022  |  13:27 WIB
Penerimaan Pajak di Bali Rp6,4 Triliun per Agustus 2022
Ilustrasi. - JIBI/Is Ariyanto
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR - Penerimaan pajak di Bali hingga Agustus 2022 sudah mencapai Rp6,4 triliun atau 83,36 persen dari target penerimaan Rp7,7 triliun hingga akhir 2022.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali mencatat penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) paling besar dengan nilai Rp4,6 triliun, kemudian Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN & PPnBM) Rp1,7 triliun. Pajak Bumi Bangunan (PBB) Rp3,9 miliar.

Kepala Kanwil DJP Bali, Anggrah Warsono, menjelaskan pertumbuhan penerimaan pajak dari Januari hingga Agustus mencapai 39,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. Pertumbuhan tertinggi tercatat di PPh yang tumbuh 44,12 persen, kemudian PPN dan PPnBM tumbuh 32,4 persen. Perubahan tarif PPN menjadi 11 persen juga mempengaruhi peningkatan penerimaan pajak.

"Secara angka juga nilainya naik, pada periode yang sama di 2021 penerimaan pajak hanya Rp4,5 triliun, ini menunjukkan ekonomi Bali semakin baik pada 2022, setelah 2021 dilanda pandemi," jelas Anggrah melalui zoom dikutip, Rabu (28/9/2022).

Penerimaan dari segi sektoral paling tinggi berasal dari sektor perdagangan dengan nilai Rp1,3 triliun, tumbuh 52,6 persen (yoy). Kemudian dari sektor jasa keuangan dan asuransi dengan nilai Rp1,1 triliun, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib Rp660 miliar, industri pengolahan Rp556 miliar, penyedia akomodasi makanan dan minuman Rp354,2 miliar, jasa profesional dan teknik Rp332,5 miliar, konstruksi Rp273,8 miliar, dan jasa lainnya Rp476,miliar.

"Penerimaan pajak per sektor rata-rata tumbuh positif, terutama pajak industri pengolahan yang menunjukkan nilai tambah produk Bali semakin meningkat," kata Anggrah. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Pajak
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top