Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Rancang Strategi Pulih dari Pandemi Covid-19

Bali telah mengajukan dua strategi dalam menyikapi kondisi saat ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 Desember 2021  |  15:02 WIB
Seniman menampilkan tarian saat pementasan Kesenian Kontemporer Denpasar Festival 2021 di kawasan Padangsambian Kelod, Denpasar, Bali, Rabu (15/12/2021). Penyelenggaraan Denpasar Festival ke-14 itu menampilkan berbagai bentuk kesenian termasuk seni kontemporer yang disajikan secara hybrid secara daring maupun luring. - Antara/Fikri Yusuf.
Seniman menampilkan tarian saat pementasan Kesenian Kontemporer Denpasar Festival 2021 di kawasan Padangsambian Kelod, Denpasar, Bali, Rabu (15/12/2021). Penyelenggaraan Denpasar Festival ke-14 itu menampilkan berbagai bentuk kesenian termasuk seni kontemporer yang disajikan secara hybrid secara daring maupun luring. - Antara/Fikri Yusuf.

Bisnis.com, DENPASAR — Bali merancang pengembangan sektor selain pariwisata menyusul pernyataan yang menyebutkan Pulau Dewata akan pulih dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan akibat pandemi Covid-19.

Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menilai masyarakat Bali tidak bisa hanya diam selama kurun waktu pemulihan tersebut. Apalagi, lebih dari 50 persen masyarakat Bali bergantung pada sektor pariwisata.

Menurutnya, Bali telah mengajukan dua strategi dalam menyikapi kondisi saat ini. Pertama, meningkatkan daya tahan Bali. Kedua pengembangan daya saing Bali.

Terkait peningkatan daya tahan, Bali melakukan upaya dari sisi ketahanan kesehatan melalui program vaksinasi. Saat ini telah, program vaksinasi Covid-19 telah mencapai lebih dari 105 persen untuk tahap pertama dan lebih dari 90 persen untuk tahap kedua.

Sementara itu, di sisi ketahanan ekonomi, pemerintah Bali telah menerbitkan sejumlah kebijakan sebagai dasar pijakan pembangunan, serta pembangunan - pembangunan infrastruktur yang terus dibangun di tengah keterbatasan dalam menghadapi pandemi. Namun, program yang direncanakan memang terhambat setelah pandemi terjadi.

"Program yang direncanakan pun menjadi terhambat setelah pandemi terjadi, namun tidak akan mengurangi niat pemerintah dalam membangun ditengah keterbatasan - keterbatasan tersebut," sebutnya.

Dari sisi peningkatan daya saing, Cok Ace mengajak para pelaku pariwisata Bali untuk kembali pada rancangan pembangunan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Pariwisata Bali akan dikembangkan dengan tidak merusak tiga sumber daya yang dimiliki, yakni alamnya, tidak merusak budayanya, dan tidak merusak manusianya.  

“Ada hal yang sulit diperbaiki kalau tidak bersama - sama. Semisal kita tidak bisa ujug - ujug menjual kamar yang ratenya Rp300.000 menjadi Rp3 juta dalam sehari, tanpa adanya pembenahan - pembenahan. Mari kita pikirkan bersama dengan pikiran jernih, agar pariwisata bisa kembali,  dan bisa dinikmati untuk anak cucu kita," sebutnya.

Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir mengatakan hampir 200 kios yang dikelola masyarakatnya gulung tikar selama pandemi. Desa Kutuh pun berupaya bangkit dengan menggelar Festival Pandawa ke-X. Festival ini menjadi agenda rutin tahunan para travel agen untuk membawa wisatawan ke Pantai Pandawa.

"Apa yang bisa kami lakukan, mohon arahan dan petunjuknya. Kami siap berbenah demi kelangsungan pariwisata Pandawa," sebutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar pemulihan ekonomi omicron
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top